Omset Pedagang Buah di Kota Ngabang, Kalbar Turun Hingga 40 Persen

  • Bagikan
Pedagang buah di Kota Ngabang, Kalbar (Fik) 

Suaraindo.id – Covid-19 mengakibatkan terganggungnya aktifitas perekonomian warga. Sebut saja Dedi salah satu pedagang buah yang mengaku merasakan penurunan omset hingga 40% akibat mewabahnya virus tersebut.

Penurunan omset yang diterimanya akibat sepinya pelanggan yang mampir dilapak dagangan buah-buahannya yang berada di pinggiran jalan raya sekitar Kota Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

“Karena sepi pembeli, omset turun kira-kira 30-40 %. Malam sekitar pukul 7 atau 8, jalan udah sepi, nda ada orang yang mampir,” ujar Dedi di Ngabang, Selasa (21/4/2020).

Tidak seperti hari biasanya, Dedi juga harus menutup lapaknya lebih awal sekitar pukul 21.00 WIB. Hal itu dilakukannya lantaran sepinya aktifitas warga Ngabang yang melintas di jalan raya Ngabang dan sebagai langkah mengikuti imbauan Pemerintah Daerah mencegah penyebaran Covid-19.

“Dalam kondisi saat ini, saya tutup agak awal sekitar pukul 21.00 WIB. Kalau pada hari biasa, saya jualan sampai pukul 23.00 WIB,” ujarnya.

Untuk mengurangi resiko kerugian, Dedi berinisiatif mengurangi stok belanja dan hanya menjual buah-buahan yang dapat bertahan lama.

“Kita belanja nda bisa banyak, paling belanja buah-buah yang tahan lama seperti semangka,” katanya.

Menurut pantauan dilapangan,  memang di lapak Dedi didominasi oleh buah semangka. Adapun buah-buahan cepat busuk menurut pedagang ini seperti buah salak dan lengkeng, karena buah-buahan tersebut hanya mampu bertahan 3 hari.

“Untuk buah impor kita cuma berani stok paling banyak 3 kotak aja,” tutupnya. (fik/sk) 

  • Bagikan