Kronologi 26 Suster dan 29 Karyawan Biara St Anna Sleman Terpapar Covid-19

  • Bagikan
Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

Suaraindo.id– Penularan kasus Covid-19 belum berakhir di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini giliran 26 suster dan 29 karyawan dari Biara St Anna, Kabupaten Sleman terpapar massal wabah itu dan menyebabkan sebagian besar harus menjalani isolasi mandiri. Empat di antara mereka dirawat di rumah sakit karena memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Pimpinan Kongregasi CB yang mengelola Biara ST Anna, Suster Yustiana, menuturkan temuan kasus itu bermula ketika pihaknya menggelar tes swab massal bagi para suster dan karyawan biara tersebut pada Selasa, 26 Januari 2021 lalu.

Swab massal itu kami lakukan karena beberapa hari sebelumnya ada seorang asisten perawat dari suster biara yang punya gejala demam saat bekerja,” ujar Yustiana dihubungi Kamis.

Meski asisten perawat suster yang demam itu sebelum masuk biara dan bekerja biasa sudah menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan, hingga cek suhu, namun para suster biara tetap merasa khawatir.

Sebagian suster yang ada di biara itu kondisinya sudah adiyuswo alias lanjut usia sehingga rentan dan beberapa di antaranya memiliki penyakit bawaan. Oleh karena itu pengelola tetap mengagendakan swab test massal pada 26 Januari. Tak kurang 198 orang yang terdiri dari suster dan karyawan mengikuti test massal itu.

Tak disangka, setelah hasil swab test keluar, diketahui sebanyak 26 suster dan 29 karyawan biara itu positif Covid-19. Dari jumlah itu, empat suster yang memiliki komorbid langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogya untuk perawatan intensif dan 22 suster serta karyawan yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) langsung menjalani isolasi mandiri.

Untuk suster OTG tetap isolasi di kamar-kamar biara itu dan untuk para karyawan diiisolasi sesuai rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 setempat, termasuk di shelter yang dikelola pemerintah Kabupaten Sleman, seperti Asrama Haji Sleman.

Yustiana mengaku terkejut dengan temuan Covid-19 di biara itu karena sejak wabah melanda Maret 2020 silam, protokol kesehatan sangat ketat telah dijalankan di biara yang sebagian besar susternya berusia sepuh itu. “Para karyawan biara juga selama ini menjalankan protokol kesehatan ketat,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Yogyakarta Berty Murtiningsih mengatakan
situasi Covid-19 di Yogyakarta per 28 Januari 2021 ini masih terjadi penambahan kasus signifikan yakni sebanyak 359 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi DIY menjadi 20.840 kasus.

“Dari kasus Covid-19 itu, jumlah kasus aktif di Yogyakarta sebanyak 6.141 kasus, jumlah kasus sembuh 14.215 kasus,  dan  meninggal dunia sebanyak 484 kasus,” kata Berty.

  • Bagikan