Bentangan Kain Sepanjang 28 Meter Jadi Harapan Kembalinya Wilayah Arboretum Sylva

  • Bagikan

Suaraindo.id—Tembok sepanjang ±200 meter telah berdiri sekitar tiga bulanan dalam taman Arboretum Sylva yang sekaligus menjadi pembatas dengan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjung Pura, Pontianak.

Hendrikus Renonaldi Ketua BEM Fakultas Kehutanan periode 2021 saat diwawancarai suaraindo.id memaparkan pembangunan tembok yang mengambil separuh wilayah taman Arboretum Sylva mengakibatkan hilangnya 661 spesies tanaman yang sudah tumbuh selama 30 tahun terakhir.

“Yang kami sesalkan adalah tidak adanya kesepakatan antara Fakultas Kehutanan dengan Fakultas Pertanian terkait peletakan batas untuk pembangunan tembok, tiba-tiba SK Rektor sudah keluar. Pihak dosen dari Fakultas Kehutanan sudah mendukung aksi pembelaan yang kami lakukan untuk mempertahankan wilayah taman ini,” tutur Reno.

Selain itu, Reno menambahkan adanya bentangan kain sepanjang 28 meter yang berada di pinggiran jalan Jendral Ahmad Yani merupakan bentuk seruan aksi untuk menyatakan penolakan pengurangan luas taman Arboretum Sylva. Kain tersebut akan menghiasi jalanan selama tujuh hari mulai dari Minggu (21/2/2021) hingga Minggu (28/2/2021).

Reno secara khusus meminta simpati dari masyarakat khususnya di wilayah Pontianak untuk mendukung bahwa Arboretum Sylva menolak pengurangan luas Kawasan. Karena Arboretum tidak hanya memberikan manfaat bagi fakultas kehutanan, tetapi juga sebagai tempat hidup untuk flora dan fauna, tempat resapan air, penyaringan polisi udara, sarana untuk wisata, dan sebagai sarana penelitian.

  • Bagikan