Suaraindo.id- Direktur Exsekutif WALHI wilayah Kalimantan Barat Nicodemus Ale mengatakan masa peralihan menuju musim kemarau yang pada faktanya terjadi lebih cepat dari prediksi sebelumnya hingga kebakaran lahan disejumlah titik di Kalimantan Barat membuat pemerintah serta seluruh masyarakat Kalimantan Barat harus siap menghadapi situasi ini.
“Dalam situasi itu memang faktanya dilapangan terdapat beberapa wilayah yang telah terjadi kebakaran lahan seperti gambut. Memang terindikasi sekitar 170-an hotspot kebakaran lahan yang mayoritas berada di Pontianak dan sekitarnya terutama wilayah Kubu Raya,” tutur Ale Rabu (24/2/2021).
Ia mengatakan dalam melakukan penanggulangan terhadap kebakaran lahan, pemerintah daerah berdiri beriringan dengan pemerintah pusat.
“Berkaca dari tahun kemarin, soal anggaran sudah terjadi pemangkasan untuk penanganan covid, kita berharap tidak melakukan pemangkasan untuk anggrana karhutla yang terjadi saat ini, karena kita tau pemerintah belum mampu melakukan penanganan sendiri,” tamabah Ale.
Ia melanjutkan bahwa situasi saat ini menjadi dilema bagi pemerintah untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap covid sekaligus karhutla. Pemerintah dituntut extra memikirkan cara untuk meminimalisir agar karhutla dapat dicegah.












