Suaraindo.id—Tokoh Masyarakat Sintang sekaligus ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif Sintang (Staima) mendukung penuh pengusulan Syaikhona Kholil Bangkalan menjadi pahlawan Nasional.
Gelar pahlawan nasional sudah sangat layak diberikan kepada maha guru ulama nusantara terkait dengan jasa beliau dalam kemerdekaan sangatlah besar bagi bangsa Indonesia.
“Jasa dari Syaikhona Kholil sangat besar bagi bangsa Indonesia selama era menjelang kemerdekaan Indonesia, para murid dari Syaikhona Kholil terjun langsung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan sangat layak negara menganugrahkan kepada kepada Syaikhona Kholil,” ungkap Ketua Setaima Sintang kepada Suaraindo.id, Kamis (4/2/2021).
“Syaikhona Kholil mencetak banyak sekali murid yang menjadi pejuang untuk kemerdekaan salah satunya KH. HasyimAsyari yang ketika itu gigih berjuang melawan penjajah di era kemerdekaan,” ucapnya.
Faisal mengatakan bahwa murid didikan dari Syaaikhona Kholil banyak sekali yang pemikirannya melampaiu batas dengan memfatwakan Jihad melawan penjajah fardu ain.
“Disamping kegiatanya mengajar di Pesantren Kademangan Bangkalan guna mencetak mengajarkan santri tentang bagai mana mencintai tanah air kala itu pondok pesantren Kademangan Bangkalan kala itu menjadi pos markas para pejuang dalam mengusir penjajah dari nusantara,” ujarnya.
“Syeikhona Kholil ketika era kolonialisme berjuang melalui lembaga pendidikan yakni pondok pesantren guna mencetak calon pemimpin yang tangguh, berwawasan tinggi, berilmu pengetahuan serta berintegritas tinggi untuk bangsa dan agama,” imbuhnya .
“Dari lembaga pendidikan yang di bina Syaikhona Kholil menculah murid-murid yang tangguh dalam mempersiapkan kemerdekaan yang lebih dulu di anugrahi pahlawan nasional diantaranya Pendiri Nahdlatul Ulama yakni KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta KHR. As’ad Syamsul Arifin,” sambungnya.
Faisal mengatakan bahwa yang paling fenomenal adalah muridnya di pondok pesantren Kademangan Bangkalan menggagas resolusi jihad melawan penjajah yang sekarang menjadi hari santri nasional .
“Resolusi Jihad melawan Penjajah oleh KH. Hasyim Asy’ari tak bisa dilepaskan dari sosok sang guru yakni Syaikhona Kholil yang mendidiknya di pondok pesantren, bahkan KH. Hasyim As’ari mengatakan dalam ijtihadnya Hubbul Whaton Minal iman yang artinya cinta tanah air sebagian dari iman,” jelasnya.
“Jadi tidak ada kata lain selain mendukung penuh atas jasa dan pengorbananya kepada bangsa dan negara yang cukup besar tersebut dapat di anugrahi oleh negara sebagai pahlawan nasional,” tutupnya.
Diketahui Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan maha guru dari para tokoh ulama nusantara yang ikut berandil besar dalam proses kemerdekaan Indonesia.
Syaikhona Kholil ikut dalam perjuangan dengan menjadikan pondok pesantrenya menjadi markas perjuangan dalam mengusir penjajah dan mendidik murid-muridnya untuk ikut andil dalam perjuangan kemedekaan bangsa Indonesia.
Syaikhona Kholil merupakan seorang ulama asal Madura yang hidup pada 1820 sampai 1925 walaupun semasa hidup belum sempat merasakan kemerdekaan tetapi perjuangan dan pengorbananya tetap terkenang hingga saat ini.













