Tokoh Masyarakat Parapat B Sinaga Nilai Pengerjaan Proyek Penataan Kawasan Parapat Lamban

  • Bagikan

Suaraindo.id – Kendati proyek Penataan Kawasan Parapat Kabupaten Simalungun dengan nomor kontrak HK.02.03-Cb2/PKP.F01/PPK-PKP/PPPWil-SU/2020 dengan tanggal kontrak kerja 21 Oktober 2020 melalui Kontraktor Pelaksana PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) dengan Manajemen PT. Yodya Karya (Persero), KSO PT Saranabudi Prakarsaripta dengan tenggat waktu 300 hari kalender dan sudah dua menteri mengunjungi proyek ini, namun pengerjaan dan progressnya terkesan lamban, padahal anggarannya sangat besar digelontorkan dari APBN tahun 2020 dan 2021.

“Sementara itu proyek ini dimenangkan oleh PT WIKA dengan nilai kontrak pekerjaan Rp. 77.292.000.000 dari HPS Rp. 101.000.000.000. Itu artinya PT WIKA berani melakukan tender lebih rendah dibanding pesaingnya, namun dilapangan pengerjaan proyek ini terkesan lamban, dan ponton yang disediakan untuk memperlancar pengerjaan terkesan minim juga,” ungkap B Sinaga selaku Tokoh masyarakat wilayah setempat.

Ia melanjutkan pengerjaan proyek tersebut bahkan sebelumnya sudah ditinjau oleh dua Menteri dengan datang langsung mengunjungi lokasi pengerjaan PT WIKA di Pantai Bebas Parapat. Diantaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan.

“Tidak tau kita apa hasil kunjungan dua menteri itu bolak-balik mengunjungi proyek PT WIKA ini, sebab jika baca beragam media yang meliput, justru tak bisa mewawancarai kedua Menteri yang berkunjung kesana, dengan beragam alasan protokolernya,” tambahnya.

Seperti diketahui bahwa proyek Penataan Kawasan Parapat Kabupaten Simalungun termasuk diantara Program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dimana salah satu program prioritas nasional yang identik dengan pembangunan fisik dan infrastruktur dan PT WIKA menangkan tender pengerjaan dermaga Pantai Atsari Hotel dan Pantai Bebas Parapat dan sejumlah proyek pembangunan Gapura di Jalan Lintas Parapat, namun tanda-tanda Gapura itu akan dibangun masih jauh panggang dari api.

Akan tetapi, Saat hal ini dikonfirmasi kepada Pengjab PT WIKA Toni di Parapat, terkait progres dan tujuan kunjungan menteri Sandiaga dan Menteri LBP ke Proyek PT Wika, apakah karena pengerjaannya Lambat dan atau karena apa, tidak merespon peratnyaan wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban pasti dari pihak PT WIKA termasuk dari pihak PUPR yang bermarkas di Pantai Bebas Parapat.

  • Bagikan