Sumbar Kembangkan Sektor Pertanian Pacu Perekonomian Masyarakat

  • Bagikan

Suaraindo.id- Salah satu sektor yang juga menjadi paling difokuskan oleh gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam melaju percepatan perekonomian masyarakat Sumatera Barat adalah Sektor Pertanian.

Mahyeldi menjelaskan terkait dalam pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Selain berperan sebagai sumber penghasil devisa yang besar, juga merupakan sumber kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia.

“Untuk memenuhi kebutuhan beras dari produksi padi Sumbar tahun 2020 kita bisa mencapai sebesar 1,4 juta ton lebih gabah kering giling (GKG). Banyak tantangan yang harus kita dihadapi untuk mencapai sasaran produksi tersebut,” Ucap Mahyeldi, Rabu (24/03/2021).

Untuk meningkatan produksi pertanian di wilayah Sumbar, Mahyeldi berupaya memanfaatkan sejumlah areal yang belum dimanfaatkan untuk menjadi lahan pertanian.

“Untuk itu, saya minta untuk potensi sumberdaya lahan ini harus dirancang dengan baik pemanfaatannya untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani, salah satunya melalui kegiatan peningkatan produktivitas (intensifikasi) dan peningkatan luas tanam (ekstensifikasi),” tegasnya.

Mahyeldi juga menekankan untuk seluruh kegiatan peningkatan produktivitas (intensifikasi) diwajibkan menerapkan teknologi tanam jajar legowo, sementara untuk kegiatan perluasan areal tanam (ekstensifikasi) diharapkan dapat menerapkan teknologi tanam jajar legowo tersebut atau disesuaikan dengan kondisi setempat.

Untuk mensukseskan perencanaan tersebut
Pemerintah Sumbar akan memfasilitasi bantuan benih dan alat tanam kepada petani, kelompok tani,gapoktan, LMDH pelaksana kegiatan serta pemerintah akan membantu biaya pembuatan papan nama, kegiatan ubinan, gerakan tanam dan panen, pembinaan, bimbingan, pemantauan dan evaluasi.

“Teknologi tanam sistem jarwo ini telah direkomendasikan oleh Balitbangtan sebagai salah satu paket teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) agar diterapkan petani, karena mampu memberikan keuntungan buat petani,” tutupnya.

  • Bagikan