Suaraindo.id-–Pasca badai siklon tropis 99s atau badai seroja yang memporak-poranda wilayah Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Pemda setempat dengan sigap membentuk posko penanganan bencana dengan membuat berbagai macam tenda di halaman depan kantor bupati sabu raijua.
Namun alih – alih bekerja untuk memberikan bantuan atau membantu masyarakat yang menjadi korban, justru para oknum yang mengatakan diri sebagai relawan justru berebut makanan di posko serta dengan santai menggunakan posko sebagai tempat karaoke dan tempat untuk mendapatkan makanan bergizi.
Hal itu di sampaikan salah satu pengguna media sosial facebook Anastasia Aprilia sebagai tanggapannya dalam pemberitaan media ini sebelumnya :
https://www.suaraindo.id/2021/04/pemda-sabu-raijua-dinilai-tak-peduli-korban-badai-seroja/
“Dapur umum cuma untuk dong (mereka) dengan relawan. Ada yang jadi relawan, namakan diri relawan, tapi kerja sonde (tidak) rela, malah menuntut lebih dari korban. Mau makan enak. Korban belum dapat bantuan makan minum tapi relawan mau makan nasi ayam. Kalau makan dengan sayur labu saja, sudah batingkah (berulah) dan ribut sini sana, maunya lauk enak karena alasan capek. Ini RELAwan atau GAKRELAwan? jadi relawan, bantu ya bantu saja. Tuluslah. Dapur umum juga pakai untuk karaoke senang-senang padahal masyarakat lagi susah. Sabu e, nasibmu,” tulis Akun Anastasia.
Untuk diketahui sesuai data yang masuk akibat badai tersebut terdapat 13.116 rumah rusak, dengan rincian rusak ringan sebanyak 3.193, rusak sedang 4.591 rumah, rusak berat 4.591 serta rumah ibadah dan perkantoran pemerintah.











