Suaraindo.id—Setelah kesulitan distribusi selama enam hari yang mendorong kepanikan di pom-pom bensin di beberapa daerah, BBM kembali mengalir melalui sebuah jaringan pipa di wilayah timur AS yang lumpuh akibat serangan siber yang dituduh dilakukan oleh peretas Rusia yang dikenal sebagai DarkSide.
“Jangan panik,” kata Presiden AS Joe Biden dalam imbauannya kepada para pengendara hari Kamis. “Ini situasi sementara. Jangan membeli bensin melebihi yang Anda perlukan dalam beberapa hari mendatang.”
Presiden juga memperingatkan para pemilik pom bensin agar tidak terlibat aksi menaikkan harga.
“Jangan berusaha mengambil keuntungan dari konsumen dalam masa seperti ini,” katanya dari Ruang Roosevelt di Gedung Putih. “Tidak seorang pun yang boleh berusaha memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan finansial.”
Colonial Pipeline “telah membuat kemajuan substansial dalam mengoperasikan kembali secara aman jaringan pipa kami dan dapat melaporkan bahwa pengiriman produk telah dimulai di sebagian besar pasar yang kami layani,” kata perusahaan itu dalam suatu pernyataan Kamis pagi. “Pada tengah hari, kami proyeksikan bahwa setiap pasar yang kami layani akan menerima produk dari sistem kami.”
Jaringan pipa sepanjang 8.850 kilometer itu mengalirkan sekitar 380 juta liter bensin, solar dan bahan bakar jet setiap hari. Karena panjangnya jaringan pipa, “kita tidak akan merasakan langsung efeknya di pom bensin. Ini tidak seperti kalau kita menyalakan lampu,” kata Biden hari Kamis.













