Korban Terakhir di Kondominium Florida yang Runtuh Teridentifikasi

  • Bagikan
Foto-foto untuk mengenang korban kondominium Champlain Towers South yang ambruk di Miami, Florida, terpasang di sebuah pagar, 6 Juli 2021.

Suaraindo.id–Korban terakhir gedung kondominium yang runtuh di Florida telah diidentifikasi. Hal itu diungkapkan oleh seorang kerabat korban, Senin (26/7), satu bulan lebih setelah bencana tengah malam yang akhirnya merenggut 98 nyawa dan menjadi tanggap darurat tidak terkait badai terbesar dalam sejarah negara bagian itu.

Estelle Hedaya, usia 54 tahun, yang senang bepergian, adalah orang terakhir yang diidentifikasi, mengakhiri apa yang digambarkan kerabatnya sebagai penantian selama empat minggu yang menyiksa. Adiknya, Ikey Hedaya, membenarkan kabar tersebut kepada kantor berita Associated Press. Pemakamannya dijadwalkan pada Selasa (27/7).

Kabar itu diperoleh hanya beberapa hari setelah tim penyelamat secara resmi menyelesaikan tugas yang melelahkan dan berat secara emosional untuk memindahkan lapisan puing-puing berbahaya dan mengeluarkan puluhan mayat.

“Ia selalu menyebut Tuhan setiap kali ia menghadapi kesulitan apa pun,” kata Hedaya dan menambahkan bahwa ia mendapat kekuatan dari Tuhan, seperti yang dilakukan kakak perempuannya itu pada masa-masa sulit.

Lokasi runtuhnya gedung Champlain Towers South yang menghadap ke laut itu pada 24 Juni sebagian besar sudah rata, puing-puingnya dipindahkan ke satu gudang di Miami. Namun, ilmuwan forensik dan para rabi masih bekerja di sana, termasuk memeriksa puing-puing di gudang itu, mencari barang-barang pribadi lainnya.

Kepala Pemadam Kebakaran Alan Cominsky mengatakan pada akhirnya, para awak pencari tidak menemukan bukti bahwa mereka yang ditemukan tewas, awalnya selamat dari runtuhnya gedung itu.

Tim pencari selama berminggu-minggu menghadapi bahaya dari puing-puing itu, termasuk bagian bangunan yang tidak stabil di atasnya, kebakaran berulangkali, dan suhu tinggi musim panas yang menyesakkan di Florida serta hujan lebat yang disertai kilat dan petir. Mereka mengais-ngais di antara lebih dari 14.000 ton (13.000 metrik ton) beton dan besi baja yang rusak sebelum akhirnya menyatakan misi itu selesai.

“Selama 33 hari terakhir, mereka telah mencari di antara puing-puing seolah-olah sedang mencari anggota keluarga mereka sendiri,” kata Wali Kota Daniella Levine Cava saat konferensi pers, Senin (26/7).

Tim pencarian dan penyelamatan Pemadam Kebakaran Kota Miami-Dade menarik diri dari lokasi itu, Jumat (23/7) lalu, dengan konvoi truk pemadam kebakaran dan kendaraan lainnya. Para pejabat memberi penghormatan atas keberanian mereka, dan mengatakan mereka telah bekerja bergiliran selama 12 jam dan berkemah di lokasi serta menghadapi beban emosional yang berat. [my/ka]

  • Bagikan