Sumbar Terima 30 Ton Oksigen dari Riau untuk Pasien Covid-19

  • Bagikan

Suaraindo.id- Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima oksigen medis sebanyak 30 ton dari PT Indah Kiat Pulp Paper (IKPP) Perawang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Bantuan tersebut diterima Sabtu (17/7) dini hari, dan siap untuk didistribusikan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Riau dan pimpinan PT Indah Kiat yang telah memberikan bantuan ke Sumbar. Mudah-mudahan ketersediaan oksigen kita memadai dengan adanya tambahan ini,” ujar Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansyarullah.

Mahyeldi mengatakan, bantuan oksigen medis atau oksigen cair sebanyak 30 ton ini dilakukan dalam tiga tahapan. Tahapan pertama, sudah sampai di Padang sebanyak 11,9 ton, pada sabtu sekitar pukul 02.00 WIB, dan tahapan selanjutnya hingga sampai 30 ton.

Dikatakannya, bantuan 30 ton oksigen tersebut disimpan di Gudang PT Asiana Gasindo di Jalan Bypass, Kecamatan Koto Tangah Padang.

Mahyeldi menjelaskan, sebelumnya ia telah menghubungi langsung Gubernur Riau Syamsuar, untuk meminta bantuan oksigen medis dan langsung mendapat respon positif oleh Gubernur Riau. Sementara Wagub Sumbar Audy Joinaldy juga menghubungi sejumlah lembaga agar mengirimkan bantuan oksigen tersebut.

“Dengan bantuan oksigen dari Riau ini, maka persediaan oksigen Sumbar cukup memadai. Dan kita akan segerakan distribusi ke rumah sakit yang membutuhkan melalui Dinas Kesehatan Sumbar,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, 30 ton oksigen itu akan didistribusikan ke rumah sakit, yang secara pelayanan yang menjadi rujukan dan keterbatasan jumlah suplai oksigen.

“Kita terima informasi yang banyak membutuhkan yaitu rumah sakit Achmat muktar di Bukittinggi. Kemudian rumah sakit Solok Selatan dan Kota Padang. Sedangkan RSUD M Djamil mereka mempunyai suplai oksigen sendiri,” ujarnya.

Diluar bantuan ini, sambungnya, kondisi oksigen di Sumbar memang kebutuhan rata-rata bisa meningkat sampai 300 persen di rumah sakit yang melayani pasien Covid-19. “Dengan adanya bantuan ini setidaknya bisa membantu beberapa rumah sakit yang ada,” ujarnya lagi.

Arry Yuswandi juga mengatakan, bantuan oksigen 30 ton ini bisa dipergunakan selama 3-5 hari dengan kondisi jumlah kasus saat ini.

Lebih jauh disampaikannya, pihaknya sedang mengupayakan agar rumah sakit tidak ada yang kekurangan oksigen. Pasalnya Kementerian Kesehatan juga sudah mengupayakan melalui aplikasi sistem rumah sakit, agar pihak rumah sakit mengisi ketersediaan rumah sakitnya masing-masing.

“Kami minta rumah sakit mengisi di aplikasi yang disediakan Kemenkes ini, sehingga terbaca oleh pusat. Berdasarkan data itu, Kemenkes akan berkoordinasi dengan pihak yang berkepentingan untuk membantu suplai oksigen rumah sakit yang membutuhkan tersebut,” tutupnya.

  • Bagikan