Kerap Bentrok Agraria Antara Masyarakat Dengan Investor, Pemkab Pasbar Seakan Tutup Mata

  • Bagikan

Suaraindo.id- Tidak henti-henti nya bentrok Agraria Di ranah tuah basamo antara Perusahaan Investor dengan masyarakat pribumi Kabupaten Pasaman barat. Seakan komflik tersebut sudah terbiasa terjadi yang dinilai peran pemerintah dalam penyelesaian dan pemberian solusi tidak tampak ada.

Mayoritas perusahaan perkebunan atau pengelolahan buah kelapa sawit tidak ada  terungkap serta di nyatakan bersalah saat bentrok agraria yang terjadi selama ini .

Masyarakat selalu kalah dan di nyatakan bersalah apabila tetap melawan perusahaan yang mayoritas investor legal maupun ilegal yang ada di pasaman barat .

Hal itu di ucapkan oleh salah satu masyarakat pribumi pasaman barat yang berada di Kenagarian Kapa Kecamatan Luhak Nanduo yang sedang bentrok dengan perusahaan Pt.Permata Hijau Pasaman 1.

“Terkadang saya berpikir Hukum itu tumpul apabila ke atas dan runcing apabila kebawah, kekecewaan kami ini bukan tampa sebab , satupun pembenaran tidak ada memihak kepada kami ,melainkan apapun yang kami perbuat untuk mempertahankan tanah ulayat kaum kami yang di garap semena-mena oleh perusahaan tetap dapat tekanan penolakkan dan kritikan keras dari penegak hukum ” ucap ninik mamak kapa,  Kamis (26/8/2021).

Pasaman Barat mempunyai kadar tanah yang subur dan strategis untuk penanaman kelapa sawit dan hampir seluruh hamparan daratan di kabupaten pasaman barat di penuhi perkebunan kelapa sawit yang di tanam oleh masyarakat pribumi atau investor asing  .

Dengan kualitas CPO yang baik dan bernilai tinggi, Perusahaan BUMN maupun Swasta berlomba-lomba untuk mendirikan perkebunan dan Pabrik pengolahan buah kelapa sawit di kabupaten pasaman barat ini.

Namun semua itu tidak berdampak baik seutuhnya melainkan pencemaran udara serta sungai  maupun laut tetap terjadi tanpa adanya teguran tegas dari instasi yang terkait .

Di tahun 2021 ini hampir setiap Masyarakat melakukan perlawanan terhadap perusahaan perkebunan serta pabrik pengolahan buah kelapa sawit namun berujung tidak ada penyelesaian dan penegakkan hukum yang jelas dari pemerintah daerah .

Padahal Masyarakat berharap besar terhadap pemerintah daerah serta dinas yang terkait turut serta untuk melakukan penyelesain perkara Agraria antara masyarakat pribumi pasaman barat dengan perusahaan pabrik pengolahan serta perkebunan kelapa sawit ini .

“Kami Rakyat kecil berharap besar kepada pemerintah daerah serta dinas-dinas yang terkait agar memperdulikan nasib kami yang hak tanah ulayat kaum kami yang di ambil alih oleh perusahan perkebunan perusahaan buah kelapa sawit ,yang berada di nagari kapa ” harap zul masyarakat Nagari Kapa.

  • Bagikan