Kota New York Syaratkan Bukti Vaksinasi, Florida Tolak Berlakukan Pembatasan

  • Bagikan
Walikota New York City Bill de Blasio (kiri) berbicara dengan Matthew Putman, CEO Nanotronics, pada pembukaan pabrik Nanotronics di Brooklyn, New York (foto: dok).

Suaraindo.id–Walikota New York City Bill de Blasio mengumumkan, Selasa (3/8), bahwa kotanya akan mengharuskan bukti vaksinasi untuk kegiatan di dalam ruangan. Bila diterapkan, New York akan menjadi kota besar pertama di Amerika yang memberlakukan pembatasan semacam itu.

Persyaratan baru itu akan mulai berlaku 16 Agustus, untuk tempat makan dalam ruangan, pusat-pusat kebugaran (gym), dan tempat hiburan dalam ruangan.

De Blasio mengarahkan sebanyak mungkin penduduk di kotanya agar divaksinasi. Ia menolak mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan, seperti dilakukan di beberapa kota dan county (semacam kabupaten) di California.

“Jadi hari ini, saya mengumumkan ketentuan baru yang disebut NYC Pass, kunci ke Kota New York. Jika kalian divaksinasi, kalian bisa ke mana saja, membuka pintu apa saja, karena kalian memegang kuncinya. Tetapi jika tidak divaksinasi, sayangnya, kalian tidak akan bisa berbuat banyak. Itulah yang hendak kami sampaikan,” ujar De Blasio.

De Blasio mengatakan Senin bahwa dia “sangat menyarankan” agar semua orang memakai masker di dalam ruangan di tempat umum tetapi menekankan bahwa “dorongan kuat yang strategis” di kota itu tetap membuat lebih banyak orang divaksinasi. Ia mengumumkan minggu lalu bahwa pegawai kota itu akan diminta untuk divaksinasi pada pertengahan September. Kalau tidak, mereka harus dites setiap minggu. Ia menawarkan insentif $100 untuk penduduk kota yang divaksinasi.

Menurut data resmi, sekitar 66% orang dewasa di Kota New York sudah divaksinasi penuh.

Amerika Senin lalu mencapai target yang ditetapkan Presiden Joe Biden, 70% orang dewasa di Amerika setidaknya menerima satu suntikan vaksin COVID-19. Pencapaian itu terlambat satu bulan dan di tengah lonjakan kasus varian delta yang membuat rumah-rumah sakit kewalahan dan mendorong peraturan baru terkait pandemi di seluruh negeri.Sementara itu, Gubernur Florida Ron DeSantis bersikeras bahwa negara bagiannya tidak akan menerapkan pembatasan, meskipun berbagai lokasi di seluruh Amerika mencatat lonjakan kasus virus corona varian delta. “Pembatasan terbukti gagal selama pandemi ini. Tidak hanya di Amerika Serikat tetapi di luar negeri. Mereka tidak menghentikan penularan,” tukasnya.

DeSantis menegaskan, sekolah akan tetap dibuka dan, tanpa pembatasan, ia hendak menyelamatkan lapangan pekerjaan bagi semua orang di negara bagiannya. “Jumlah pasien yang dibawa ke rumah sakit berkurang. Menurut saya, kita memang belum mencapai puncaknya, tetapi kita akan mengatasi situasi ini mudah-mudahan minggu ini atau minggu depan, tetapi soal pembatasan, kita tidak akan melakukannya.”

Minggu ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika menyarankan agar orang kembali memakai masker di dalam ruangan, sekalipun sudah divaksinasi. Ini terutama berlaku bagi orang-orang di beberapa bagian Amerika di mana varian delta memicu lonjakan penularan.[ka/jm]

  • Bagikan