PPKM hambat Pengiriman Sembako, Picu Kenaikan Harga

  • Bagikan

SuaraIndo.id– Selama penerapan PPKM Darurat diberlakukan di beberapa Daerah di Indonesia, diklaim menghambat pengiriman Sembako sehingga menjadi pemicu kenaikan harga hasil pertanian.

Adanya kebijakan tersebut, dari hasil inspeksi mendadak (sidak) di pasar pasar tradisional, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur mengaku beberapa komuditi mengalami kenaikan signifikan hingga 50 persen.

Seperti tomat naik menjadi 15 ribu perkilogram, yang sebelumnya hanya 4 ribu. Sementara harga Cabai masih bertahan pada posisi 18 ribu hingga 20 ribu perkilogram. Sedangkan harga bawang putih dan bawang merah masih tetap yakni 35 ribu bawang putih, dan 20 ribu bawang merah.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Lombok Timur Usman mengatakan untuk saat ini, tidak banyak dilakukan karena masih sulit dikendalikan.

Stok tomat cabai masih minim. Sementara kedatangan dari luar pulau lombok juga mengalani kendala lebijakan PPKM. Meski mengalami kenaikan, namun tidak banyak mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat Lombok Timur secara umum.

Usman menambahkan, proses pemgendalaian tidak bisa dilakukan oleh Dinas. Bahkan, pedagang di pasar tradisional juga mengalami kesulitan menyetok dan menjual dua komuditi tersebut. Penyuplai sembako antar Kabupaten di Pulau Lombok tidak banyak mempengaruhi penurunan harga.

Lombok Timur menjadi centra tanaman Cabai dan Tomat saat ini, Kabupaten lainnya di pulau Lombok bergantung pada Lombok Timur. Sehingga harga masih rata rata naik di pulau lombok. “Dari pemanataun Dinas Perdagangan, Stok tomat dan cabai di pasar tradisional juga menipis bahkan tidak ada,” ujar Usman pada Wartawan, Selasa 10 Agustus 2021.

Usman mengatakan, Antara pedagang, petani dan penjual justru memulai transaksi ditengah sawah. Bahkan sebelum memasuki pasar, harga sudah naik tinggi.

Karena di satu sisi, kenaikan harga tomay dan cabai ini sangat menguntungkan bagi petani. Kenaikan ini, Dinas hanya bisa mengantisipasi dampak kenaikan dua komuditi tersebut, agar tidak mempengatuhi komuditi lainnya.

Penulis: NanangEditor: Redaksi
  • Bagikan