Suaraindo.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menggelar bimbingan teknis hitung cepat pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) kepada puluhan relawan dan jurnalis. Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Hotel Berbintang di Kota Padang, Rabu Malam (29/9/2021).
Dalam laporannya, Kepala BPBD Sumbar mengatakan Bimtek tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran dan memberikan pembekalan kepada relawan dan jurnalis terkait pengkajian pasca bencana.
” tujuan bimtek ini adalah membekali calon tim pengkajian kebutuhan pasca bencana didaerah terutama Aparatur BPBD Kabupaten Kota, relawan, serta jurnalis mengenai pengetahuan pengkajian dasar bencana” ucap Erman Rahman.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberikan apresiasi kepada BPBD Sumbar telah menggelar bimtek itu, mengingat wilayah sumatera barat salah satu wilayah di indonesia yang rawan terhadap bencana.
” ketika terjadi bencana, tidak mungkin masyarakat yang terdampak bencana untuk bisa mengatasi permasalahannya dengan cepat, maka dari itu perlunya tim relawan dan jurnalis untuk datang kelokasi bencana untuk mencari tahu dan menghitung apa yang mereka perlukan” kata Mahyeldi.
Mahyeldi menambahkan pasca bencana relawan dapat mengumpulkan data yang akurat untuk dilaporkan dan sedangkan jurnalis juga dapat mengumpulkan data secepatnya yang di informasikan dalam pemberitaan yang akurat dan tepat sehingga juga dapat menjadi acuan percepatan pengatasi masalah bencana yang ada.
” Ketika ada bencana sangat dibutuhkan relawan yang bisa menghitung cepat dan menganalisa kajian pasca bencana apa saja kebutuhan dan tindakan yang dilakukan, serta jurnalis juga bisa berbuat untuk mengumpul data secara cepat dan tepat untuk menginformasikan secara akurat yang juga bisa acuan dalam mengambil langkah penanggulangan bencana”
Bimtek tersebut akan berlangsung dari tanggal 29 September hingga 2 Oktober 2021 yang menghadirkan Pemateri dari Pusdik BNPB untuk memberikan pembekalan dan ilmu kepada relawan serta jurnalis yang nantinya bermanfaat ketika adanya suatu bencana di Sumatera Barat.













