PBB: Kerusuhan Sudan Perumit Pengiriman Bantuan

  • Bagikan
Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric (foto: dok).

Suaraindo.id–Jenderal yang berkuasa di Sudan Selasa (26/10) mengatakan bahwa perdana menteri yang digulingkannya dalam kudeta, ditahan demi keselamatannya dan kemungkinan akan segera dibebaskan. Namun, ia memperingatkan bahwa anggota lain dari pemerintah yang dibubarkan mungkin diadili, sementara protes terhadap kudeta berlanjut di jalan-jalan.

Sehari setelah militer merebut kekuasaan dalam langkah yang dikecam secara luas oleh masyarakat internasional, demonstran pro-demokrasi memblokir jalan-jalan di ibu kota dengan barikade seadanya dan membakar ban. Tentara menembaki massa sehari sebelumnya, menewaskan empat demonstran, menurut dokter.

Kudeta terjadi setelah berminggu-minggu ketegangan meningkat antara militer dan para pemimpin sipil mengenai cara dan laju transisi Sudan menuju demokrasi.

Pengambilalihan kekuasaan itu mengancam akan menggagalkan proses, yang telah berkembang baik sejauh ini dan dimulai sejak penggulingan otokrat lama Omar al-Bashir dalam pemberontakan populer dua tahun lalu.

Dewan Keamanan PBB akan membahas situasi di Sudan, negara di Afrika yang dihubungkan oleh bahasa dan budaya dengan dunia Arab, dalam pertemuan tertutup Selasa malam. Sekjen PBB Antonio Guterres meminta “pembebasan segera semua orang yang ditahan” kata juru bicaranya Stéphane Dujarric.

Dujarric menambahkan, “Misi PBB di Sudan terus mendorong semua pihak agar meredam ketegangan, mempertahankan kemitraan konstitusional dan memajukan transisi politik berdasar konstitusi.” [ka/jm]

  • Bagikan