Pra Rekontruksi Dihadiri Tersangka, Media Dilarang Mendekat

  • Bagikan

SuaraIndo.id—– Polres Lombok Timur melakukan pra rekontruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) BTN Griya Pesona Madani Kelurahan Denggen Kecamatan Selong, yang dihadiri langsung oleh tersangka MN, senin 26 Oktober 2021.

Team Fingerprint Identification System (INAFIS) Satreskrim Polres diterjunkan. Hal itu, dilakukan untuk mencari bukti baru dan mengetahui secara pasti, kronologis kejadian penembakan Anggota Sub Humas Polres Lombok Timur, KT, yang dilakukan oleh rekannya sendiri MN yang merupakan oknum anggota Polsek Wanasaba.

Pra rekontruksi tersebut, media dilarang mendekat. Pengambilan gambar oleh media, dilakukan dengan jarak jauh dari titik pra rekontruksi.

Ditempat terpisah, Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suryono hanya menjelaskan kronologis kejadian dan persahabatan kedua Anggota Polri tersebut. Namun, tempat bertugas berbeda. “Korban di kehumasan, tersangka di Polsek Wanasaba,” katanya saat memberikan keterangan pers usai pemakaman korban.

Pelaku akan dikenakan pasal 338 atau 340 Kitan Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), yang bekaitan dengan menghilangkan nyawa seseorang. Untuk mengungkap kasus ini, membutuhkan waktu. Karena saat ini, team dari Inafis Satreskrim Polres Lombok Timur sedang bekerja, untuk melengkapi alat bukti yabg ada.

Herman menjelaskan, setelah pelaku melakukan penembakan, langsung kembali ke Polsek Wanasaba. Dan menginformasikan ke rekan kerjanya di Polsek.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres memastikan penyebab kematian korban, murni karena tembakan. Pada olah TKP, petugas juga menemukan slongsong peluru.

Saat ini pelaku sudah diamankan dan dilakukan penahanan, serta sedang diproses baik proses pidana maupun Kode Etik Profesi Polri (KEPP).

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, dugaam awal, pelaku mengambil senjata jenis V2 secara diam diam di Polsek Wanasaba. Setelah digunakan senjata tersebut langsung di kembalikan. “Alhamdulillah sudah mulai terang terkait perbuatan pelaku. Karena team kita sedang bekerja,” ujarnya.

Sementara hasil Outopsi Dari Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat, korban meninggal tertembak peluru.

“Kalau berapa kali tembakan, untuk secara detailnya nanti dokter forensik yang menyiapkan keterangannya. Namun korban tertembak dibagian dada kanan,” kata Kapolres Lombok Timur pada media.

Penulis: NanangEditor: Redaksi
  • Bagikan