Tolak Jadi ‘Polisi Vaksinasi’, Restoran Burger di San Francisco Ditutup

  • Bagikan
Seorang pelanggan menerima pesanan dari drive-through Burger In-N-Out di Baldwin Park, California, 8 Juni 2010. (Foto: ilustrasi).

Suaraindo.id–Restoran waralaba hamburger In-N-Out sangat marah setelah San Francisco melarangnya menyediakan makan di tempat karena menolak memeriksa status vaksinasi pelanggan. Satu-satunya lokasi restoran itu di Fisherman’s Wharf ditutup sementara oleh Departemen Kesehatan Masyarakat pada 14 Oktober.

Pihak berwenang mengatakan restoran itu menolak untuk melarang pelanggan makan di tempat kalau mereka tidak bisa menunjukkan bukti vaksinasi. Itu adalah syarat yang ditetapkan kota di California tersebut, dan mulai berlaku 20 Agustus.

In-N-Out mengabaikan peringatan berulang untuk menegakkan aturan vaksinasi, kata departemen itu. Dikatakan, mandat itu demi kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Tanda restoran waralaba Burger In-N-Out di California, 8 Juni 2010.
Tanda restoran waralaba Burger In-N-Out di California, 8 Juni 2010.

“Kami menolak menjadi polisi vaksinasi untuk pemerintah mana pun,” kata Arnie Wensinger, kepala bagian hukum dan bisnis waralaba itu, dalam pernyataan. Mengharuskan pelanggan menunjukkan bukti vaksinasi, kata In-N-Out, adalah tindakan yang mengganggu dan ofensif yang akan memaksanya untuk mendiskriminasi pelanggan.

Restoran burger di lokasi itu akhirnya dibuka kembali tetapi tidak untuk makan di tempat. Walikota San Francisco London Breed menekankan perlunya keselamatan publik.

“Tidak satu pun dari kita yang pernah menyangka akan hidup dalam pandemi global, di mana ratusan ribu orang meninggal akibat COVID. Jadi, yang coba kita lakukan adalah membuka kembali, berusaha menjaga orang tetap aman, dan ini adalah krisis kesehatan masyarakat.”

In-N-Out adalah satu-satunya restoran di San Francisco yang ditutup karena melanggar mandat tersebut. [ka/ab]

  • Bagikan