SuaraIndo.id—– Ditengah kesulitan ekonomi dimasa pandemi, Warga Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, memanfaatkan lahan pertanian dengan mengembangkan berbagai jenis bunga import.
Sejak memulai bulan april, pengembangan bibit bunga yang langsung didatangkan dari thailand, membuahkan hasil. Dalam sebulan pembudidaya bunga tersebut bisa meraup omset hingga sepuluh juta perbulannya.
Memiliki view Gunung Rinjani dan lokasi strategi menjadi kelebihan obyek pengembangannya. Berada di Dusun Benteng Desa Lendang Nangka Utara, pembudidaya menamakannya sebagai Benteng Van Flower.
Faisal, selaku pengelola, mengaku mulai mengembangkan berbagai jenis bunga sejak bulan april lalu. Jenis bunga lansgung didatangkan dari thailand, seperti jenis Pinka, Margold, Anthurium (Bunga Kuping Gajah), Chili Black Mamba, Krisan dan Lisanthus (Bunga Mawar Tanpa Duri).
Namun, Faisal lebih fokus pada jenis bunga Pinka, karena bisa bertahan hingga tujuh tahunan. Sementara unutk kisaran harga, unutk bunga ukuran sedang dihargai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Sementara ukuran besar bisa mencapai Rp150 ribu per bunga. “Jenis Pinka sejauh ini banyak diincar pecinta bunga,” ujar Faisal saat ditemui di lokasi, selasa 16 Nopember 2021.
Selain Pinka, yang banyak menarik perhatian pengunjung yakni Chili Black Mamba, atau cabai berwarna hitam yang juga menjadi tanaman hias.
Menurut Faisal, pengembangan budidaya bunga di Nusa Tenggara Barat/ khususnya di Lombok Timur sangat berpotensi. Selain jarang digeluti orang, juga pasar bunga jelas. Karena banyak masyarakat sebagai pecinta buga di Lombok Timur, sehingga menjadi peluang bisnis.
Bahkan sejak Benteng Van Flower dibuka, banyak pengunjung berdatangan mencari dan membeli terutama pada hari sabtu dan minggu.













