Suaraindo.id—– Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia melakukan pengawasan terhadap peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berlansgung di SMKN 1 Sikur Lombok Timur.
Media Prada BP PAUD dan Bidmas UPT Kemendikbud Ristek RI Baiq Tina Handayani mengatakan, untuk meminimalisir kecurangan pada tes seleksi PPPK bagi guru, pihak penyelenggara melakukan penyitaan terhadap bawaan peserta, dan tidak diperkenankan membawa kedalam ruangan tes.
Disebutkan, sebanyak 400 peserta PPPK ikut seleksi di SMKN 1 Sikur, puluhan peserta tidak hadir tanpa keterangan.
Ketidakhadiran peserta tanpa keterangan ini, tidak ditolerir pada seleksi susulan mendatang. Karena sesuai kebijakan, yang berhak mengikuti tes susulan yakni peserta memiliki gejala sakit, maupun peserta yang memiliki gejala reaktif Covid-19 pada saat swab antigen.
Menurut Tina, seleksi PPPK di Lombok Timur, berlansgung lancar dan tidak mengalami kendala, baik dari segi fasilitas maupun jaringan internet.
Bahkan pihak SMKN 1 Sikur sebagai penyelnggara juga menyediakan sejumlah fasilitas cadangan. Dengan ketersediaan fasilitas ini, mempermudah peserta untuk bersaing. Karena semua peserta dinilai sama, meski sebagian peserta sudah mengabdikan diri dibidang pendidikan lebih dari puluhan tahun.
Pada kesempatan tersebut, Tina mengapresiasi semua peserta yang mengikuti seleksi PPPK. Karena sebagian peserta datang dari Daerah terjauh Lombok Timur, seperti Kedcamatan Jerowaru dan Kecamatan Aikmel.
Dari pemantauan yang dilakukan, beberapa peserta hadir dalam kondisi kurang sehat, meski menuju lokasi tes menggunakan tongkat, namun antusias peserta dinilai sangat tinggi.
Seleksi PPPK ini merupakan kesempatan bagi tenaga pendidik yang telah mengabdi pada negara, dibidang pendidikan. “Peserta PPPK ini memiliki kesempatan yang sama,” ujar Tinas pada SuaraIndo saat ditemui di SMKN 1 Sikur, Sabtu 11 Desember 2021.













