Sekjen PBB Kecam Pembunuhan Jurnalis Kawakan Meksiko

  • Bagikan
Para jurnalis meliput acara untuk mengenang fotografer berita Margarito Martinez, di Tijuana, Meksiko, Jumat, 21 Januari 2022. (AP/Gregory Bull.)

Suaraindo.id–Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam pembunuhan seorang wartawan Meksiko, yang ketiga kalinya di negara itu dalam tahun ini saja.

Lourdes Maldonado Lopez ditemukan tewas ditembak di dalam mobilnya di Tijuana, kota di bagian utara Meksiko. Kematiannya terjadi hanya beberapa hari setelah ia menang dalam gugatannya terhadap Jamie Bonilla, pemilik media yang terpilih sebagai gubernur Baja California pada tahun 2019 sebagai kandidat dari partai politik Presiden Andres Manuel Lopez Obrador.

Maldonado menuduh Bonilla melakukan praktik-praktik perburuhan yang tidak adil setelah ia dipecat dari perusahaan Bonilla. Maldonado secara pribadi meminta bantuan Lopez Obrador dalam salah satu konferensi pers harian presiden Meksiko tersebut pada tahun itu karena ia mengkhawatirkan keselamatan dirinya.

Berbagai organisasi HAM telah menyebut Meksiko sebagai salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi para wartawan.Organisasi HAM Meksiko menyatakan Maldonado, wartawan kawakan yang meliput korupsi dan politik untuk beberapa media berita, tercatat dalam program perlindungan bagi wartawan di Baja California setelah ia menjadi target beberapa serangan sebelumnya karena pekerjaannya.

Kematian Maldonado terjadi hanya beberapa hari setelah wartawan foto Margarito Martinez ditembak mati di luar rumahnya di Tijuana. Wartawan lainnya, Jose Luis Gamboa, pendiri dan redaktur sebuah media berita online, tewas awal bulan ini di negara bagian Veracruz.

Wartawan di berbagai penjuru Meksiko menyelenggarakan protes nasional menentang kekerasan dan impunitas pada hari Selasa, menurut cuitan Jan-Albert Hootsen, perwakilan Meksiko untuk Komite Perlindungan Wartawan.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekjen PBB Guterres, Senin meminta pihak berwenang Meksiko agar “memperkuat perlindungan terhadap wartawan, khususnya, untuk mengambil langkah-langkah lebih jauh untuk mencegah serangan terhadap mereka, termasuk dengan mengatasi ancaman dan penghinaan yang ditujukan terhadap mereka.” [uh/ab]

  • Bagikan