Sofyan A. Djalil: Tentukan Prioritas Paling Impactful untuk Pembangunan Destinasi Pariwisata di Manado-Likupang dan Bangka Belitung

  • Bagikan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN), Sofyan A. Djalil

Suaraindo.id—Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN), Sofyan A. Djalil menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang membahas Finalisasi Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional (RIDPN) atau Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Manado-Likupang dan Bangka Belitung. Rapat ini berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta pada Selasa (29/03/2022).

Sebagaimana diketahui, Manado-Likupang dan Bangka Belitung menjadi destinasi pariwisata prioritas yang merupakan salah satu amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam kesempatan ini, Sofyan A. Djalil menyoroti beberapa hal, di antaranya terkait penghijauan dan rehabilitasi di lokasi destinasi wisata, perlunya memilah program prioritas yang memiliki pengaruh kuat dengan menyesuaikan anggaran, serta investasi asing.

“Anggaran akan sangat terbatas lagi di masa mendatang karena banyak sekali competing program dan sudah merupakan high priority. Oleh sebab itu, bagaimana prioritas yang paling impactful. Misalnya barangkali dalam jangka pendek ini, kita bereskan Manado ini. Seandainya kesan orang, pantainya, kebersihannya, pengaturan pinggir pantai, sampah, dan lain-lain barangkali pemerintah daerah menggerakkan masyarakat, ini harus community base, biaya tidak terlalu banyak tapi efeknya besar sekali,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN.

Ia melanjutkan, investasi asing juga diperlukan sebagai sumber pembiayaan lain dalam pengembangan wisata di Indonesia.

“Terkait _player_ asing ini harus kita yakinkan pemerintah daerah, bahwa kalau orang asing datang itu bagus. Kita berterima kasih mau datang, dia ke tempat jauh di sana dan membawa pasarnya sendiri, mengajarkan orang lokal,” tegas Sofyan A. Djalil.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa penyusunan rencana untuk destinasi pariwisata agar dilakukan secara efektif dan lebih cermat, demi meminimalisir kesalahan dalam pembangunan ke depannya. Ia meminta seluruh sektor dapat bekerja secara terintegrasi.

“Pengalaman kita selalu masalah tanah menjadi isu, saya mohon nanti Pak Menteri ATR/Kepala BPN juga melihat ini. Masalah perhubungan, ini menjadi kunci untuk kesuksesan. Semua pekerjaan harus kita lakukan secara terintegrasi, antara destinasi, infrastruktur, perikanan, lingkungan, tata ruang wilayah, serta potensi investasi sendiri,” terang Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia berharap, rencana mewujudkan kedua daerah tersebut sebagai destinasi pariwisata prioritas dapat memberikan manfaat untuk semua sektor secara berkelanjutan.

“Sekali lagi, mari kita wujudkan Bangka Belitung dan Manado-Likupang sebagai destinasi wisata yang eksklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Berkelanjutan ini saya betul-betul garis bawahi karena super penting,” kata Menko Marves.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Suharso Monoarfa menyebutkan, kedua destinasi pariwisata prioritas disiapkan untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dengan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi wisata. Semua pihak diharapkan mampu mendukung Manado-Likupang dan Bangka Belitung sesuai amanat RPJMN 2022-2024.

“Untuk memberikan pengalaman paripurna bagi wisatawan dan pada saat yang bersamaan dapat memberikan perbaikan bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan perekonomian bagi kedua provinsi tersebut. Pariwisata prioritas juga diharapkan untuk menaikkan jumlah dan aktivitas wisatawan, sehingga tetap mampu mempertahankan kualitas daya dukung sosial dan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkas Suharso Monoarfa.

Pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri ini, turut hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono; dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Rapat juga diikuti oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Sulawesi Utara.

 

Penulis: Elly/rEditor: Redaksi
  • Bagikan