Dr. Fauci: “Fase Pandemi” di AS Sudah Berakhir, Tapi COVID-19 Tetap Ada

  • Bagikan
Dr. Anthony Fauci, direktur Lembaga Penyakit Menular dan Alergi, memberikan keterangan kepada anggota Senat AS dalam sebuah rapat di Gedung Capitol, Washington, pada 11 Januari 2022. (Foto: Pool via Reuters/Greg Nash)

Suaraindo.id–Dr. Anthony Fauci telah menyampaikan penilaian optimis tentang situasi virus corona yang terjadi saat ini di Amerika Serikat, di mana ia mengatakan bahwa Amerika telah “keluar dari fase pandemi” – dalam konteks infeksi baru, rawat inap dan kematian – dan tampaknya sedang bertransisi menuju COVID-19 sebagai penyakit endemik, yang bergulir secara teratur di daerah-daerah tertentu.

Dalam program PBS “NewsHour” pada Selasa (26/4), pakar penyakit menular terkemuka itu mengatakan virus corona tetap menjadi pandemi bagi sebagian besar dunia. Ancaman bagi Amerika belum berakhir, ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia berbicara tentang fase terburuk pandemi.

“Tidak lagi ada 900.000 infeksi baru per hari, puluhan ribu rawat inap dan ribuan kematian. Kita berada di level rendah saat ini,” ujarnya.

Namun, Fauci mengklarifikasi pernyataannya itu lewat surat kabar Washington Post pada Rabu (27/4), dengan mengatakan (apa yang terjadi sekarang) tidak seperti “fase pandemi yang naik turun dengan tajam” ketika gelombang varian omicron menyerang pada musim dingin yang brutal dan ia menjelaskan (pada acara PBS tersebut) apa yang tampaknya kini merupakan periode transisi virus corona menjadi penyakit endemik.

“Dunia masih dalam pandemi. Tidak ada keraguan tentang itu. Jangan ada yang salah mengartikannya. Kita masih mengalami pandemi,” tegasnya pada Washington Post.

Pernyataan Fauci itu muncul ketika otoritas kesehatan bergulat menjaga agar kasus COVID-19 dan jumlah kasus rawat inap tetap stabil, dan belajar hidup dengan virus yang masih terus bermutasi dan belum dapat diprediksi.

Lebih Banyak Piranti Atasi COVID-19

Pemerintahan Presiden Joe Biden telah menekankan bahwa pihaknya kini memiliki lebih banyak piranti – vaksinasi, suntikan booster dan obat-obatan – untuk mengatasi perebakan virus dengan lebih baik dibanding sebelumnya.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, kasus di AS turun drastis dibanding jumlah kasus yang tercatat sebelumnya. Tetapi pejabat-pejabat kesehatan terus mengawasi fenomena ini karena varian yang sangat menular masih terus merebak.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) mengatakan seminggu terakhir ini kasus baru meningkat sekitar 25 persen.

Sementara menurut Pusat Sumber Daya Penanganan Virus Corona di John Hopkins, Amerika Serikat telat mencatat lebih dari 81 juta kasus dan 992.000 kematian sejak pandemi merebak pada Maret 2020. [em/lt]

  • Bagikan