Zelenskyy: Dunia Belum Melihat Kekejaman Rusia Sepenuhnya

  • Bagikan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara di Kyiv, Ukraina (foto: dok)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (5/4) bahwa dunia “belum tahu sepenuhnya” kekejaman Rusia di kota-kota Ukraina lainnya selain eksekusi, perkosaan, dan serangan brutal terhadap warga sipil yang terbongkar dalam beberapa hari ini di Bucha, pinggiran ibu kota Kyiv.”

“Kini dunia bisa menyaksikan apa yang dilakukan Rusia,” kata Zelenskyy dalam pidato lewat video selama lima belas menit. Dia menyerukan kepada PBB agar “memperlihatkan kepada dunia bagaimana Rusia akan dihukum.”

Para anggota DK PBB di New York mendengarkan pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dari Kyiv, Ukraina hari Selasa (5/4).
Para anggota DK PBB di New York mendengarkan pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dari Kyiv, Ukraina hari Selasa (5/4).

Zelenskyy, duduk di belakang meja dan mengenakan kaos oblong hijau di samping bendera Ukraina biru kuning, mengatakan, invasi dan serangan Rusia selama lima minggu lebih terhadap negaranya “melemahkan seluruh struktur keamanan global.”

“Militer Rusia harus segera dibawa ke pengadilan,” tandasnya.

Dia tidak merinci bagaimana dia ingin PBB bertindak meskipun berulangkali meminta agar pihak Barat memberi lebih banyak bantuan militer serta persenjataan. Rusia yang memiliki kekuatan veto atas tindakan DK, sudah pasti akan memblokir setiap usaha PBB untuk campur tangan langsung di dalam perang itu.

Sementara itu, Menlu AS Antony Blinken sebelum meninggalkan Washington menuju Brussels untuk pertemuan para Menlu NATO untuk membahas lebih lanjut tentang konflik Ukraina, mengatakan kepada wartawan, kengerian yang terbongkar di Bucha “bukan tindak acak dari satuan militer yang nyeleneh.

Ini merupakan pembunuhan, penyiksaan, perkosaan yang disengaja, untuk melakukan kekejaman. Laporan-laporan itu sangat kredibel dan buktinya ada di sana untuk dilihat oleh dunia.”

Pidato Zelenskyy di PBB datang sehari setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putih harus dihadapkan ke persidangan kejahatan perang. [jm/ka]

  • Bagikan