Akhir dari Cekcok Tanah Garapan, Petani di Wajok Hulu Mempawah Meregang Nyawa

  • Bagikan
Kasatreskrim Polres Mempawah, Iptu Wendi Sulistiono, saat memberikan keterangan pers atas pengungkapan kasus pembunuhan sesama petani di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah. Kedua tersangka turut dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Mempawah, Kamis (22/9/2022). SUARAKALBAR.CO.ID/Foto. Distra

Suaraindo.id– Tim gabungan kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan di Jalan Sungai Selamat Dalam, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Pengungkapan kasus ini tergolong sangat cepat. Dalam hitungan jam, tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan olah TKP, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, serta satu lagi berstatus saksi.

Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah, melalui Kasatreskrim Iptu Wendi Sulistiono, membenarkan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap MTS (Martinus).

Dijelaskan, insiden pembunuhan ini berawal dari permasalahan lama soal tanah garapan.

“Korban MTS selama tiga tahun telah mempermasalahkan sebidang tanah yang digarap tersangka SPS dan HKS,” jelasnya saat konferensi pers di Mapolres Mempawah, Kamis (22/9/2022).

Korban MTS beralasan, tanah yang digarap SPS dan HKS adalah miliknya.

Sementara SPS dan HKS berdalih bahwa, tanah yang mereka garap itu milik orang lain, dan keduanya diminta pemilik tanah yang sah untuk menggarapnya.

Karena itu lah, perselisihan antar petani ini pun terus terjadi bertahun-tahun.

Puncaknya, di hari yang nahas, pada Selasa (20/9/2022) pukul 17.30 WIB, korban MTS mendatangi kediaman HKS untuk kembali memperjelas soal status tanah garapan itu.

Namun sore itu, HKS tidak berada di rumah, dan sedang berada di kebun.

Entah bagaimana, kemudian korban MTS terlibat cekcok dengan istri HKS. Di tengah panasnya perselisihan, tiba-tiba datang SPS dan HKS dari kebun.

Akhirnya, cekcok berubah menjadi perkelahian tak seimbang. Korban MTS yang kalah segala-galanya, roboh dipukul dengan pelepah sawit.

Tak cukup sampai di situ, di tengah pergumulan, MTS semakin tak berdaya saat dibacok dengan senjata tajam jenis parang, hingga kemudian meninggal dunia, sekitar pukul 18.15 WIB.

“Usai perkelahian berujung maut di depan kediaman HKS itu, kedua tersangka langsung melarikan diri ke rumah pihak keluarga mereka di Dusun Mambo, Desa Wajok Hulu, tak jauh dari tapal batas Kabupaten Mempawah-Kota Pontianak,” jelas Kasatreskrim.

Dan dalam hitungan jam, yakni sekitar pukul 21.00 WIB, kedua tersangka berikut seorang saksi berhasil diamankan tim gabungan kepolisian di Dusun Mambo.

Tim gabungan tersebut yang terdiri atas Resmob Polda Kalbar, Jatanras Satreskrim Polresta Pontianak, Unit Reskrim Polsekta Pontianak Utara, Jatanras Satreskrim Polres Mempawah, dan Unit Reskrim Polsek Jongkat.

  • Bagikan