Kenaikan BBM, HMI Kotabumi Menilai Presiden Jokowi Tidak Peka

  • Bagikan
Himpunan Mahasiswa Islam cabang Kotabumi Lampung Utara/Suaraindo.id

Suaraindo.id—Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabumi, Lampung Utara, Lampung mengecam kebijakan pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kenaikan itu malah justru menambah beban penderitaan rakyat yang saat ini tengah tertatih tatih untuk bangkit setelah dihantam dampak pandemi Covid-19.

“Kami menilai Presiden Jokowi tidak peka terhadap penderitaan rakyat, yang saat ini tengah kesulitan dalam menopang kehidupan perekonomian usai diterpa badai Covid-19,” tegas Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi Riza Yasirman dalam Mimbarnya di tugu Payanmas Kotabumi, Selasa sore (20/9).

Atas dasar analisa sosial hari ini. Himpunan Mahasiswa Islam dengan tegas menolak kenaikan harga BBM, dan menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

“Kami HMI cabang Kotabumi meminta pemerintah untuk menurunkan harga BBM dan menolak kenaikan TDL,” pintanya.

Menurut Riza, dampak kenaikan BBM itu bukan hanya dirasakan rakyat miskin, namun juga rakyat pada umumnya. Karena kenaikan BBM itu berimbas pada kenaikan harga harga lainnya, terutama harga sembako.

Sedangkan pemberian subsidi atau bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah itu hanya untuk meninabobokan rakyat agar tidak terjadi gejolak yang berdampak luas pada semua sendi kehidupan.

“Dampak yang terjadi setelah harga BBM naik, bahan pangan pun ikut naik,” tegasnya.

Selain itu, HMI juga mendesak pemerintah dan kepolisian untuk memberantas mafia di sektor minyak. Terutama diwilayah Lampung Utara.

“Kami minta Kapolres Lampung Utara membentuk satuan tugas khusus untuk memberantas mafia minyak di Lampung Utara. Karena jelas, harga BBM sudah naik, sementara stok BBM di Pertamina kosong,” ucapnya.

Pantauan dilokasi, Mimbar tersebut berjalan dengan lancar serta pengawalan ketat oleh jajaran Polres Lampung Utara, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) pemkab setempat.

Penulis: FebryEditor: Redaksi
  • Bagikan