BPBD Kalbar Belum Terima Informasi Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

  • Bagikan
Sebagai Ilustrasi: Karhutla di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Kalbar, Jumat (28/7/2023). (HO- BPBD Kabupaten Ketapang).Suaraindo.id/Suarakalbar.co.id

Suaraindo.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) mengungkapkan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima informasi mengenai adanya penetapan tersangka dalam kasus pembakaran hutan dan lahan yang terjadi belakangan ini di Kalimantan Barat.

Kepala Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait permasalahan tersebut.

“Sampai sekarang belum ada tersangka. Kami terus mendorong Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap kebakaran hutan dan lahan saat ini,” katanya saat diwawancarai sejumlah wartawan di Pontianak, Jumat.

Lebih lanjut, Daniel mengungkapkan bahwa penegakan hukum dan pengawasan telah dilakukan, namun yang menjadi tuntutan utama adalah kesadaran masyarakat dan aparat penegak hukum untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

Sementara itu, BPBD Kalbar juga telah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) dan desa tangguh di seluruh daerah Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Harapannya Pokmas yang kita bentuk dapat efektif, namun hal itu juga tergantung pada kesadaran dan keterlibatan setiap individu di dalamnya,” tambahnya.

Daniel juga menyebut bahwa BPBD Kalbar terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terkait penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Dari hasil koordinasi tersebut, BPBD Kalbar menerima bantuan berupa pesawat patroli yang digunakan petugas untuk memantau kebakaran hutan dan lahan di berbagai lokasi.

“Kami tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat melalui BNPB. Bahkan, dari koordinasi tersebut mereka telah mengirimkan pesawat patroli dan helikopter water bombing,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD Kalbar juga terus bekerja sama dengan BPBD daerah lainnya. Mereka memberikan instruksi kepada BPBD kabupaten dan kota untuk mengoptimalkan patroli di daerah mereka karena terdapat titik-titik hotspot yang perlu diawasi.

“Serta setiap hari kami juga berkoordinasi dengan BPBD daerah. Salah satu hal yang kami instruksikan kepada BPBD kabupaten/kota adalah agar mereka mengoptimalkan patroli karena di daerah tersebut terdapat titik-titik hotspot,” tutupnya.

BPBD Kalbar berharap dapat mengendalikan dan mengatasi kasus pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Barat saat ini. Mereka juga mengingatkan kepada masyarakat dan semua pihak terkait pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyebabkan bencana kebakaran hutan dan lahan.

  • Bagikan