Kinerja BPN Lampura Dipertanyakan, Hefki: Akan Saya Laporkan ke Ombudsman

  • Bagikan
Kantor BPN Kabupaten Lampung Utara/Ist

Suaraindo.id—Kinerja Badan Pertanahan Negara BPN kabupaten Lampung Utara dipertanyakan warga. Hal itu yang disampaikan Hefki salah satu pemohon yang telah mengalami kerugian non material sehingga mengganggu aktivitasnya.

Ketika pertama kali Hefki mengajukan surat pengukuran ulang tanah miliknya yang ada di kelurahan Gapura tepatnya di Jln. Jenderal Soedirman, pada 14 September 2023 mengajukan surat dan baru terealisasi ukur ulang pada 03 Oktober 2023.

“Dari awal prosedur BPN Lampung Utara terbilang lamban masak selisih rentan waktunya 2 minggu lebih,” kata Hefki, saat dikonfirmasi media ini melalui telp seluler, Rabu 22 November 2023.

Selain itu, Hefki juga mengalami kejadian tak mengenakan, pasalnya surat Sertifikat Hak Milik (SHM) miliknya yang awalnya luas keseluruhan memiliki luas 753 m2 namun pada kenyataannya BPN Lampung Utara lewat pegawai atas nama Wisnu membicarakan bahwa ukuran berkurang menjadi 445 m2, “Saya ragu, sebab dari awal juga saya bawa si Wisnu Havid waktu ngukur di lapangan, kayak enggak ngelakuin apa-apa, bisa di bilang kerja seadanya,” ujar Hefki mencerita pada kejadian pengukuran tanah.

Lanjut Hefki yang juga mantan aktivis HMI Metro ini, dengan fakta keseluruhan yang didapat tidak baik dan mengesankan kepada pihak pemohon.

“Yang saya pikirkan bagaimana kalau pemohon jauh dari lokasi kantor BPN seperti saya yang banyak di Lampung Tengah, kedua apakah dengan admnistrasi yang sedemikian lama begini akan ada pertanggungjawaban dari pihak BPN, dan ketiga pihak pemohon akan merasa dirugikan bukan hanya materi tetapi waktu dan pikiran, sedangkan pemohon tidak mengurusi ini saja,” kata Hefki.

Terkait hal itu, pihaknya akan segera melaporkan kinerja BPN Lampung Utara kepada Ombudsman.

“Saya akan laporkan hal itu karena, saya merasa dirugikan SHM saya masih di kantor itu (BPN) , di duga jangan-jangan disini banyak warga lampung utara mengalami hal serupa namun tidak terekspos, ini sangat penting agar ada penyegaran baik pimpinan maupun pegawai yang ada di BPN lampung utara, sehingga tidak ada lagi korban yang dirugikan,” tegas Hefki.

Penulis: Hef/PutEditor: Febry
  • Bagikan