Warga Ujung Gading Diciduk Setelah Kirim 12 Kg Ganja Via JNE

  • Bagikan
Polres Pasaman Barat sata konfrensi pers.SUARAINDO.ID/Wawan

Suaraindo.id – M.Tauhid Bin Dahlan alias Butor(28) warga Ujung Gading,Kecamatan Lembah Melintang,Kabupaten Pasaman Barat,diciduk Polres Pasaman Barat setelah mengirim 12kg Ganja kering via ekspedisi JNE.

Demikian penjelasan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki dalam Konferensi Pers yang di gelar di halaman Polres Pasaman Barat pada Kamis (23/11/2023).

Kronologis kejadian berawal dari laporan pihak Bandara Internasional Minangkabau yang menemukan paket berisi ganja kering seberat 12kg melalui mesin X-Ray bandara pada Senin (20/11) sekitar pukul 06:00WIB.

Hal tersebut kemudian dilaporkan oleh pihak bandara ke Polres Pariaman,selanjutnya berdasarkan resi dan alamat pengirim diketahui bahwa paket tersebut berasal dari wilayah Pasaman Barat,kasus tersebut kemudian di limpahkan ke Polres Pasaman Barat.
Kasatresnarkoba Polres Pasaman Barat bersama tim kemudian melakukan penyelidikan dan mendapat kepastian bahwa paket tersebut berasal dari kantor expedisi JNE Ujung Gading .Setelah berkoordinasi dengan Polsek Lembah Melintang,Tim kemudian bergerak ke lokasi.

Tim opsnal Kasatresnarkoba bekerja sama dengan pemilik kantor ekspedisi JNE kemudian memperoleh sebuah rekaman CCTV .Dari rekaman tersebut terlihat seseorang mengantarkan paket yang tersebut.

“Tapi kita masih kesulitan melacak pelaku,karena yang mengantar paket tersebut hanyalah orang suruhan dan tidak tahu menahu tentang isi paket tersebut,”jelas Kapolres.

“Tersangka menyuruh keponakannya untuk mengirim paket tersebut dan menyebut paket berisi kain,”terangnya.

Tim kemudian menemukan titik terang setelah memperoleh nomor ponsel tersangka melalui aplikasi dompet digital.

“Biaya pengiriman paket yang dibawa ketika menyerahkan paket ke kantor JNE tersebut kurang.Biaya pengiriman sebesar 700 ribu rupiah,sedangkan keponakannya hanya di bekali uang 600 ribu,”kata Kapolres.

“Akhirnya tersangka mentransfer uang 100 ribu ke rekening pemilik ekspedisi melalui aplikasi Dana,”urainya.

Dari proses tersebut tim menemukan lokasi keberadaan tersangka.
Tersangka M Tauhid bin Ahlan alias Butor kemudian di tangkap pada hari Selasa( 21/11) sekitar pukul 01.00 WIB di Hutanagodang ,Jorong Tanjung Damai,Kenagarian Ujung Gading ,Kecamatan Lembah Melintang.
Ketika di wawancara tersangka mengaku mengenal seseorang di media sosial.Dalam perkenalan itu,dia mendapat tawaran mengirim 12kg Ganja kering dengan upah 1 juta rupiah untuk setiap kilogram.

Setelah sepakat dirinya kemudian di hubungi oleh orang tak dikenal via pesan Whatsapp.Orang tersebut mengirim sebuah foto lokasi pengambilan barang haram tersebut yaitu di dalam sebuah parit di Kejorongan Parit,KotoBalingka(Sekitar 5km dari kediaman tersangka:red).

Paket tersebut kemudian di kemas dan dikirim dengan nama pengirim serta nama penerima palsu.

“Paket dikirim atas nama Hj.Naura Agustina.Adapun tujuan pengiriman paket ditulis atas nama Julian Punky dengan alamat Kecamatan Gondang,Jawa Timur dan di kirim melalui ekspedisi JNE,”kata AKBP Agung Basuki menambahkan.

Dari hasil penangkapan tersebut petugas mengumpulkan barang bukti berupa 2 bungkus Narkotika golongan I jenis ganja,1 buah karung plastik,a helai kain sarung,1 lembar kertas alamat pengirim dan tujuan,1 buah kotak kardus air mineral merek Alami,1 buah kertas Buble Warp warna putih dan sebuah wadah hasil tes urine tersangka dengan hasil positif Sabu.

Kapolres mengatakan pengungkapan kasus peredaran ganja kering tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah Polres Pasaman Barat.

“Ini merupakan kasus penangkapan narkotika jenis ganja terbesar yang pernah ada sejak Polres Pasaman Barat berdiri,”kata Kapolres.

“Tersangka di jerat dengan Pasal 144 ayat 2 jo Pasal 115 ayat 2 jo Pasal 111 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Pidana Mati atau seumur hidup.Atau pidana paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara dengan denda paling banyak 10 Milyar rupiah,”pungkasnya.

  • Bagikan