SuaraIndo.id – Puskemas Sei Baung bersama Kelurahan Demang Lebar Daun dan Kelurahan 26 Ilir 1 menggelar Lokakarya “Pembuatan SOP Tatalaksana Balita dengan Masalah Gizi dan Tumbuh Kembang : Weight Faltering, Gizi Kurang, Gizi Buruk, Stunting, Termasuk Rujukan” yang di gelar di Puskemas Sei Baung Palembang, Selasa (27/2/24).
Sekretaris Kelurahan 26 Ilir 1 Arsu, A.Md., mengungkapkan bahwa saat ini di Kelurahan 26 Ilir 1 maupun di Kelurahan Demang Lebar Daun masih ada yang terdampak stunting namun bukan sudah terindikasi stunting. Hal ini dari hasil survey di posyandu maupun puskemas di Kelurahan 26 Ilir 1 dan Demang Lebar Daun.
“Masyarakat yang terdampak stunting disini bukan dari gizi buruk, dari penelitian dan pengobatan di Puskesmas stunting ini merupakan faktor gen atau keturunan dari orang tua. Yang kedua yang terdampak stunting adalah anak-anak yang mempunyai penyakit menahun atau bawaan. Jadi anak-anak ini belum dikategorikan dalam stunting,” terang Arsu.
Lanjut, Arsu menghimbau kepada kader Posyandu untuk lebih aktif dalam pelayanan dan pemberantasan stunting.
“Kami dari Kelurahan selalu mendukung apapun program yang dilakukan, disamping ada makanan yang diberikan dari Puskesmas, kami berusaha semaksimal mungkin kita atasi bersama salah satunya dengan program orang tua asuh yaitu masyarakat yang mampu memberikan makanan kepada anak yang terdampak stunting,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Sekretaris Kelurahan Demang Lebar Daun Hendri, S.Ip., menghimbau kepada masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak Kelurahan apabila ada temuan anak stunting di lingkungan masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak Kelurahan atau Puskemas Sei Baung.
“Segera laporkan jika menemukan anak stunting sehingga bisa diatasi secepatnya dan di minimalisir,” kata Hendri.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Sei Baung drg. Dini Liany Handayani mengungkapkan bahwa kegiatan Lokakarya penanganan stunting ini rutin dilakukan di Puskesmas Sei Baung, hal ini sebagai bentuk koordinasi antara Puskesmas Sei Baung dengan pejabat Kelurahan dan para kader.
“Dari kegiatan ini kita mengharapkan adanya rangkaian prosedur yang bisa kita sepakati bersama, terkait bagaimana kita apabila menemukan anak dengan gizi buruk, gizi kurang, maupun stunting. Serta bagaimana cara menanggulanginya,” tutur dokter Dini.
Terakhir, Dini menghimbau kepada masyarakat yang memiliki anak gizi buruk, gizi kurang, maupun stunting untuk segera membawa anaknya ke Posyandu atau Puskesmas terdekat.
“Kader, ketua RT, dan masyarakat lingkungan sekitar harus tahu sebab mereka adalah mata dan telinga kami. Jika menemukan anak stunting dapat segera melapor,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













