Perpusnas Pastikan Distribusi Buku Tetap Berjalan Meski Anggaran Diefisiensi

  • Bagikan
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI terkait rekonstruksi efisiensi anggaran Perpusnas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (13/2/2025). SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menegaskan bahwa meskipun mengalami efisiensi anggaran, distribusi seribu buku untuk 10 ribu lokus di seluruh Indonesia tetap berjalan. Fokus utama pendistribusian ini adalah daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), guna memastikan literasi tetap berkembang.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, dalam keterangannya pada Jumat (14/2/2025), menyatakan bahwa kegiatan literasi akan terus berhubungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya menjamin tidak ada pengurangan jumlah buku maupun lokasi distribusi. Buku-buku ini akan tersebar dari Aceh hingga Papua. Selain itu, pengelola perpustakaan daerah juga akan diberikan pelatihan tentang cara menyusun, memajang, dan melayankan buku secara daring.

“Dengan memanfaatkan kawan-kawan yang terbentuk dalam Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), kami ingin memastikan agar literasi tetap berjalan,” ujar Aminudin, seperti dilansir dari ANTARA.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Perpusnas tetap mengutamakan pelayanan publik untuk tiga program prioritas di 2025, yaitu penguatan budaya membaca dan peningkatan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.

“Akses masyarakat untuk membaca di Perpustakaan Nasional, perpustakaan desa, kabupaten/kota, dan provinsi tetap kami prioritaskan. Ini agar mereka tetap memiliki kesempatan luas untuk meningkatkan budaya membaca dan kecakapan literasi,” tambahnya.

Dalam upaya mendukung program ini, Perpusnas akan mengoptimalkan anggaran tahun 2025 sebesar Rp441,82 miliar. Sebelumnya, alokasi anggaran Perpusnas mencapai Rp721,68 miliar, namun mengalami efisiensi sebesar Rp279 miliar.

“Walaupun anggaran dipotong sebanyak 38 persen, tahun ini kami akan lebih fokus mengolah buku cetak yang diserahkan sesuai dengan Undang-undang tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Dengan begitu, buku dapat segera dilayangkan langsung dan dimanfaatkan secara digital,” pungkas Aminudin.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Perpusnas berharap distribusi dan pemanfaatan buku tetap berjalan optimal, serta mendukung peningkatan literasi masyarakat di seluruh Indonesia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan