Dorong Anggota Kopdes Merah Putih Masuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan

SUARAINDO.ID —— Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, Yohan Firmansyah, mendorong optimalisasi kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh anggota koperasi Merah Putih.

‎Yohan menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan bukan asuransi, melainkan program perlindungan sosial negara bagi masyarakat.

‎Program jaminan sosial ini memberikan manfaat besar dengan iuran terjangkau.

‎“BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perlindungan sosial, bukan asuransi komersial. Manfaatnya sangat besar, terutama bagi pekerja informal dan anggota koperasi,” kata Yohan, Senin 21 Juli 2025.

‎Dari keterangan Bupati, Kata Yohan, terdapat sekitar 400 anggota koperasi merah putih di Lombok Timur, dengan jumlah tersebut potensi peserta bisa lebih besar.

‎Dari total jumlah kopdes 254 seluruh desa/kelurahan, maka potensi peserta bisa mencapai 95 ribu lebih.

‎Seluruhnya berpotensi mendapatkan perlindungan sosial yang sama. Salah satu bentuk manfaat nyata dari program ini adalah santunan kematian.

‎Yohan menyebutkan, bagi peserta yang meninggal dunia, ahli warisnya berhak menerima manfaat sebesar Rp42 juta.

‎”Santunan ini sangat penting sebagai bentuk perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

‎Iuran yang dibayarkan pun relatif terjangkau, yakni sekitar Rp14.000 per bulan per orang.

‎Peserta dapat mendaftar secara mandiri maupun melalui koperasi seperti Kopdes Merah Putih yang aktif melakukan kegiatan ekonomi bersama para petani.

‎Selain itu, pemerintah juga sempat menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600 ribu per orang selama dua bulan, yang turut mendorong keikutsertaan dalam program jaminan sosial.

‎Yohan mengatakan, Selama periode Januari hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 1.500 kasus klaim yang diajukan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah ini, dengan total nilai klaim mencapai Rp14,3 miliar.

‎Namun demikian, tidak semua pekerja tersebut berasal dari peserta yang berdomisili atau bekerja di Lombok Timur, mengingat banyak peserta bekerja di luar daerah seperti di Bali, sehingga iuran mereka tercatat di wilayah lain.

‎Yohan menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari visi misi Lombok Timur SMART.

‎“Masyarakat harus pintar memanfaatkan program ini. Dengan iuran murah, manfaat yang didapat sangat besar, dan ini adalah bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi pekerja,” tutupnya.

Penulis: nanangEditor: Redaksi
  • Bagikan