Suaraindo.id – Kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia,juga sempat terjadi di daerah Kalimantan, khususnya Kota Palangka Raya, meski demikian pihak pelaksana tetap bertanggung jawab dan kooperatif dalam menangani siswa yang keracunan makanan.
Hal tersebut disampaikan oleh Jayani selaku kepala dinas pendidikan kota Palangka Raya, usai mengikuti rapat paripurna ke-7 DPRD Kota Palangka Raya,di gedung DPRD Kota Palangka Raya, komplek perkantoran pemerintah Kota Palangka Raya, jalan Ir Soekarno, lingkar dalam Kota Palangka Raya, Senin (29/09/2025).
Menanggapi keracunan makanan tersebut Kadisdik Kota Palangka Raya, memberikan komentarnya, terbuka kepada wartawan ia mengatakan, memang sempat ada kasus terjadinya keracunan makanan pada beberapa waktu yang lalu,namun itu sudah ditangani pihak kesehatan melalui puskemas terdekat dan penyelenggara MBG juga turut bertanggung jawab kepada siswa yang terdampak karacunan makanan tersebut.
“Memang beberapa minggu lalu (4/09) sempat beberapa siswa di SDN-3 Bukit Tunggal, di jalan Cilik Riwut Km 8, mengalami keracunan makanan, namun kondisi siswa sudah mulai membaik semua dan Senin kemarin siswa sudah masuk sekolah semua, meski ada 2 orang siswa yang laporannya lambat disampaikan, karena dibawa orang tuanya ke rumah sakit untuk diobati lebih lanjut kerena masih mengalami sakit perut, tapi kondisinya akhirnya mulai membaik. Pihak penyelenggara MBG/BGN pun ikut bertanggung jawab dengan kejadian tersebut, dengan memanggil segera tenaga medis dari puskesmas terdekat, puskemas Jekan Raya, untuk segera menangani siswa yang diduga keracunan tersebut,” ungkapnya.
Ia mengatakan pihak BGN juga langsung melakukan koordinasi dan memanggil pihak kesehatan, menurutnya pihak penyelenggara masih kooperatif dalam menangani kasus keracunan tersebut.
“Mereka (penyelenggara) MBG/BGN memberikan susu,dan untuk 2 orang anak tadi juga dibawa oleh orang tua untuk diobati lebih lanjut ke rumah sakit dan sudah diberikan obat hal itu wajar, sebagai orang tuanya yang merasa cemas dengan kondisi anaknya,” beber Jayani.
Ia juga berharap kedepannya tidak lagi terjadi hal serupa dan ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan juga dalam pemberian dan penyajian makanan.
“Dugaan inikan kerena saos yang dikonsumsi siswa,nah tim SPPG kan ada ahli gizi sendiri, mestinya bisa lebih teliti lagi dalam melihat produk yang expired atau tidak,tanggal expired,” imbuhnya.
Disinggung terkait tanggung jawab penyelenggara MBG,ia mengakui saat kejadian pihak SPPG juga bersikap kooperatif dan membantu siswa dengan memanggil petugas kesehatan, diberikan minuman susu sebagai langkah antisipasi keracunan makanan.
Sementara menurut kepala dinas pendidikan Kota Palangka Raya,Jayani mengatakan pemerintah Kota Palangka Raya sendiri sudah melakukan beberapa kali sidak lapangan untuk melihat pelaksanaan oleh pihak penyelenggara MBG.
“Pemerintah kota Palangka Raya sudah melakukan 2 kali sidak dan keliling ke SPPG, kita melihat memang ada beberapa hal yang kurang pas, misalnya sanitasinya dan terlalu dekat dengan pemukiman masyarakat. Dan hal tersebut sudah dilakukan evaluasi oleh Wali kota Palangka Raya, mungkin saja ada beberapa SPPG yang kurang optimal dari sisi sanitasinya dan saat itu Wakil Wali Kota Palangka Raya juga melihat langsung kondisinya, baik dapurnya,cuci piring dan omprengannya,” imbuhnya.
Ia mengatakan, saat ini sudah dibentuk satgas percepatan MBG yang juga memantau kualitas makanan dan bekerjasama dengan tim ahli gizi.
Masih menurutnya, pihak SPPG yang bertanggung jawab terhadap sekolah tersebut juga menyampaikan, pihak penyelenggara juga siap bertanggung jawab terhadap biaya beban yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, kepada orang tua siswa yang anaknya diantar ke rumah sakit.
“Kemarin pihak SPPG langsung bertanggung jawab dan kooperatif bahkan biaya yang dikeluarkan oleh orang tua siswa juga siap dibantu oleh tim SPPG, dan juga sempat diberikan susu sebagai antisipasi, jadi menurut saya sementara ini pihak penyelenggara (SPPG) saat itu, masih bertanggung jawab terhadap para siswa tersebut, didampingi bersama kepala sekolahnya, sampai anak-anak pada pulang semua, saya juga meminta dilakukan pemantauan pada hari Seninnya karena kepada para siswa tersebut,” tandasnya.













