Feri Bardanadi–Siantan Tak Beroperasi Dua Bulan, Warga Pontianak Keluhkan Padatnya Lalu Lintas

  • Bagikan
Kapal Feri Penyebrangan Bardanadi-Siantan Saat Masih Beroperasi.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Aktivitas penyeberangan kapal feri rute Bardanadi–Siantan terpantau tidak beroperasi sejak beberapa pekan terakhir. Berdasarkan pantauan Suarakalbar, kondisi ini menimbulkan keluhan dari masyarakat, terutama para pengendara yang biasa mengandalkan jalur air tersebut untuk menghindari kemacetan di jalur darat.

Salah seorang pengguna jasa penyeberangan, Maria (25), warga asal Mempawah, mengaku kesulitan sejak layanan feri berhenti beroperasi. Ia kini harus menempuh jalur darat yang padat setiap hari untuk menuju tempat kerja.

“Udah sekitar dua bulan gak aktif. Katanya maintenance, tapi kok lama sekali. Padahal penyeberangan itu sangat membantu, apalagi waktu jam pulang kerja. Banyak juga warga lain ngeluh karena gak ada kejelasan kapan dibuka lagi,” ujar Maria kepada Suarakalbar, Rabu (8/10/2025).

Penyeberangan Bardanadi–Siantan selama ini berfungsi sebagai jalur alternatif penting penghubung dua kawasan padat aktivitas di Kota Pontianak. Tidak berfungsinya jalur ini membuat arus kendaraan di Jembatan Kapuas dan Jembatan Kapuas II meningkat signifikan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak, Trisna Ibrahim, menjelaskan bahwa penghentian operasional sementara dilakukan karena adanya kendala teknis dan perawatan rutin (maintenance) yang wajib dijalankan pihak pengelola.

“Hanya kendala teknis. KSOP sebagai pihak pemberi izin tidak mau ambil risiko. Waktunya memang maintenance, demi keselamatan,” jelas Trisna.

Ia menambahkan, proses perawatan kali ini memakan waktu lebih lama dibanding sebelumnya karena adanya antrian panjang di perusahaan perawatan kapal dan fasilitas penyeberangan.

“Sekarang perusahaan yang melakukan maintenance itu panjang antriannya, tidak seperti dulu. Jembatan Nusantara baru dapat giliran, sekarang mungkin dalam tahap akhir penyelesaian,” terangnya.

Meski demikian, Trisna memastikan bahwa layanan penyeberangan akan segera kembali beroperasi dalam waktu dekat, setelah seluruh proses pemeriksaan dan perawatan selesai serta dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

“Mungkin dalam satu atau dua minggu sudah beroperasional kembali. Kami masih menunggu laporan resmi dari manajer Jembatan Nusantara. Sementara ini, pengguna bisa lewat Jembatan Duplikasi sebagai alternatif,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan