Menutup PSBD XI, Bupati Ketapang Tegaskan: Ketapang Rumah Besar Bagi Semua Suku

  • Bagikan
Bupati Ketapang saat menghadiri penutupan PSBD XI. (Suaraindo.id/ist)

Suaraindo.id – Sabtu malam (11/10/2025), Bupati Ketapang secara resmi menutup Pekan Seni Budaya Dayak (PSBD) ke-XI Kabupaten Ketapang Tahun 2025 yang berlangsung di Balai Sungai Kedang, Komplek Pendopo Bupati Ketapang. Malam penutupan berlangsung meriah dan penuh kehangatan, menandai berakhirnya perhelatan budaya terbesar masyarakat Dayak di Bumi Kayong.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang, para peserta, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi serta bekerja keras sehingga PSBD XI berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

“PSBD bukan hanya ajang pelestarian seni dan adat Dayak, tetapi juga momentum memperkuat semangat kebersamaan serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan UMKM,” ujar Bupati.

Usai acara, Bupati berkeliling menyapa para pelaku UMKM di area pameran PSBD. Ia berdialog langsung dengan pedagang yang antusias melayani pengunjung.

“Saya tanya salah satu pedagang, ‘Penjualan selama lima hari ini gimana? Untung?’ Dia jawab sambil tersenyum, ‘Lumayan naik, Pak Bupati.’ Itu bukti nyata bahwa kegiatan budaya seperti PSBD juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk penghargaan, panitia memberikan tiga penghargaan kepada stan UMKM paling rapi dan kreatif. Langkah ini dinilai Bupati sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar pelaku usaha lokal semakin profesional dan inovatif dalam memajukan usahanya.

Menuju Panggung Seni Multi Etnis

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengumumkan rencana pemerintah daerah untuk menggelar pentas seni budaya lintas etnis dan komunitas di masa mendatang. Agenda tersebut akan menjadi ruang pertemuan seluruh suku dan budaya di Ketapang dalam semangat kebersamaan.

“Kita akan jadikan Ketapang sebagai rumah besar bagi semua — tempat keberagaman tumbuh dalam suasana persaudaraan dan saling menghargai,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa dalam waktu dekat akan digelar berbagai kegiatan budaya dari Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM), Paguyuban Pasundan, serta berbagai paguyuban etnis lainnya.

“Semua kegiatan ini memperkuat posisi Ketapang sebagai daerah terbuka, toleran, dan kaya nilai budaya,” ujarnya.

Memperkuat Identitas Dayak Lokal

Bupati Ketapang juga memberikan arahan agar pada penyelenggaraan PSBD berikutnya, setiap Dewan Adat Dayak (DAD) kecamatan menampilkan pakaian adat khas daerah masing-masing. Hal ini penting untuk menonjolkan keunikan corak, motif, dan filosofi adat dari setiap wilayah.

“Langkah ini penting untuk mendokumentasikan dan memperkuat karakter budaya lokal. Setiap kecamatan memiliki kekayaan adat yang harus kita tonjolkan sebagai bagian dari mozaik besar kebudayaan Dayak Ketapang,” tuturnya.

Melalui panggung PSBD XI, Bupati kembali menegaskan bahwa Ketapang adalah rumah besar bagi semua — tempat di mana perbedaan menjadi kekuatan, dan kebersamaan menjadi fondasi membangun daerah yang maju, berkeadilan, serta berbudaya.

  • Bagikan