Suaraindo.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat (BNNP Kalbar) berhasil mengungkap modus baru peredaran narkoba di wilayah Kalbar. Kali ini, narkotika ditemukan dalam bentuk liquid dan catridge pod mirip rokok elektrik (vape) yang ternyata mengandung MDMA atau ekstasi cair.
Kepala BNNP Kalbar, Brigjen Pol. Totok Lisdiarto, mengungkapkan bahwa dari hasil uji laboratorium, sebanyak 99 catridge dan liquid dinyatakan positif mengandung MDMA, sementara beberapa pod sekali pakai lainnya hasilnya negatif.
“Ditambah lagi 199 catridge dan liquid. Dari hasil penelitian, 99 di antaranya positif MDMA. Ini bentuk baru, baru pertama kali ditemukan di sini. Tapi untuk pod sekali pakai, hasilnya negatif,” ujar Totok dalam konferensi pers di Pontianak, Kamis (6/11/2025).
Totok menjelaskan, bentuk narkoba tersebut sangat mirip dengan vape biasa atau vape disposable. Hanya saja, di dalamnya terdapat cairan psikotropika berbahaya yang sulit dibedakan secara kasat mata.
“Gak ada bedanya sih dengan vape biasa, cuma isiannya yang berbeda. Jadi kalau ketemu dengan gambar atau kemasan tertentu, itu bisa jadi tanda bahwa isinya mengandung zat terlarang,” jelasnya.
Temuan ini, lanjut Totok, menjadi peringatan penting karena menunjukkan semakin canggihnya modus penyelundupan dan peredaran narkoba. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peredaran liquid narkoba ini diduga menyasar tempat hiburan malam di Kota Pontianak.
“Menurut informasi yang kami peroleh, pelaku ini hanya sebagai pengirim. Barang itu disebar di tempat hiburan malam karena bentuknya sekali pakai, langsung buang,” ungkapnya.
Totok juga menyebut, produk sejenis ini telah beredar di luar negeri dengan harga sangat tinggi, bahkan mencapai jutaan rupiah per unit.
“Menurut info yang kami dapat, di Singapura barang seperti ini dijual sekitar Rp3,5 juta per pod. Tapi di Indonesia, sepertinya ini penemuan pertama dan baru di Kalbar,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, BNNP Kalbar berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap penjualan vape dan liquid di pasaran, serta meningkatkan razia di tempat hiburan malam.
“Kita akan kembangkan bersama teman-teman kepolisian, terutama untuk pengawasan penjualan vape dan liquid di Kalbar. Kami tidak ingin masyarakat menjadi korban modus seperti ini,” tegas Totok.
BNNP Kalbar juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk rokok elektrik yang tidak memiliki izin edar resmi atau dijual dengan harga mencurigakan.
“Ini bukan sekadar soal gaya hidup, tapi sudah menyangkut keselamatan generasi muda. Kami minta masyarakat ikut membantu melaporkan jika menemukan hal-hal mencurigakan,” pungkas Totok.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














