Suaraindo.id – Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Sambas yang berhasil mencatatkan pertumbuhan realisasi belanja daerah positif hingga September 2025. Capaian ini menjadi prestasi tersendiri, mengingat sebagian besar kabupaten/kota di Kalimantan Barat justru mengalami kontraksi pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Capaian tersebut terungkap dalam laporan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat terkait kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga kuartal ketiga tahun 2025.
Yakob menilai, keberhasilan Kabupaten Sambas menunjukkan adanya pengelolaan keuangan daerah yang efektif, transparan, dan akuntabel, serta mencerminkan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Kami tentu mengapresiasi pencapaian ini. Di saat banyak daerah mengalami penurunan, Kabupaten Sambas justru mampu menunjukkan pertumbuhan belanja positif. Ini bukan hal yang mudah,” ujar Yakob, Jumat (7/11/2025).
Ia berharap capaian positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama dalam sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga ini menjadi motivasi untuk terus melakukan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II B Kanwil DJPb Kalbar, Gunawan Setiono, menjelaskan bahwa dari seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas menjadi satu-satunya daerah dengan realisasi dan pertumbuhan pendapatan tertinggi hingga September 2025, yakni sebesar Rp1,475 triliun atau tumbuh 14,74 persen (YoY).
Adapun realisasi belanja daerah Sambas mencapai Rp1,259 triliun, tumbuh 15,12 persen (YoY) — capaian yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, beberapa daerah lain justru mengalami penurunan tajam, seperti Kapuas Hulu turun 39,13 persen, Mempawah turun 22,42 persen, Kayong Utara turun 21,86 persen, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang mengalami kontraksi 29,75 persen.
Gunawan menambahkan, secara keseluruhan, total belanja konsolidasi seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Kalimantan Barat tercatat sebesar Rp13,816 triliun, turun dari Rp16,276 triliun pada September 2024, atau mengalami kontraksi 15,12 persen (YoY).
Namun di tengah tren penurunan tersebut, Kabupaten Sambas justru tampil sebagai pengecualian positif dengan kinerja fiskal yang kuat dan konsisten.
Dengan capaian ini, Yakob menilai Pemerintah Kabupaten Sambas telah menunjukkan komitmen nyata dalam mengoptimalkan penggunaan APBD untuk pembangunan daerah dan pelayanan publik.
“Pertumbuhan belanja ini bukan hanya angka, tapi bukti bahwa roda pembangunan di Sambas terus bergerak. Ini momentum yang harus dijaga,” pungkasnya.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














