Suaraindo.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat penanganan berbagai isu kesehatan masyarakat di Indonesia melalui pendekatan One Health, yaitu sinergi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan alam.
Menurut Pratikno, pendekatan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi sejumlah persoalan kesehatan yang masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan manusia, di antaranya stunting, tuberkulosis (TB), dan penyakit zoonosis.
“Hampir satu dari lima anak Indonesia mengalami stunting, ini masalah besar yang harus diselesaikan bersama. Selain itu, kasus TB di Indonesia juga masih sangat tinggi, bahkan kita menjadi kontributor kedua terbesar di dunia setelah India. Ini memerlukan penanganan cepat, terpadu, dan terukur,” ujar Pratikno, Sabtu (1/11/2025).
Selain dua persoalan tersebut, Menko PMK juga menyoroti ancaman penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan semua pihak terhadap penyebaran penyakit yang bersumber dari hewan, seperti rabies, flu burung, malaria, dan demam berdarah.
“Kita masih menghadapi berbagai penyakit zoonosis yang disebabkan oleh hewan, terutama rabies. Selain itu, potensi penyakit lain seperti flu, malaria, dan demam berdarah juga harus diwaspadai karena semuanya berkaitan erat dengan kondisi lingkungan,” jelasnya.
Pratikno menegaskan bahwa seluruh upaya kesehatan masyarakat perlu berpijak pada pendekatan One Health, yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem alam secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, penting sekali kesehatan manusia ditangani dengan memperhatikan kesehatan hewan dan juga kesehatan alam. Itulah yang dimaksud dengan One Health,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pratikno menilai bahwa pendekatan ini menegaskan peran sentral para ahli kesehatan masyarakat, yang harus memiliki pandangan luas, tidak hanya terbatas pada aspek klinis dan medis, tetapi juga mencakup faktor sosial, perilaku, gaya hidup, serta lingkungan.
“Inilah peran penting dari para ahli kesehatan masyarakat, karena mereka tidak hanya melihat dari sisi medis, tetapi juga sosial, budaya, gaya hidup, hingga kesehatan hewan dan lingkungan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Pratikno juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan menghapus ego sektoral dalam pelaksanaan kebijakan kesehatan nasional.
“Kami mengajak semua pihak untuk tidak bekerja secara silo. Jangan ada ego sektoral. Kita perlu integrasi data, koordinasi yang kuat, dan kerja sama lintas bidang agar masalah kesehatan bisa diselesaikan secara menyeluruh,” tegasnya.
Ia berharap, dengan penerapan pendekatan One Health, penanganan isu-isu kesehatan di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














