Pemkot Singkawang Kembangkan “Saung Timur”, Wisata Edukatif Berbasis Pertanian di Nyarumkop

  • Bagikan
Peresmian kawasan wisata berbasis pertanian Saung Timur di Singkawang, Kalbar.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalimantan Barat, terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Salah satu langkah strategisnya adalah membangun kawasan wisata pertanian edukatif di Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, yang menggabungkan konsep glamping, agro eduwisata, dan kuliner khas daerah.

Kawasan wisata yang berdiri di atas lahan pertanian seluas 45 hektare milik Kelompok Tani Sinar Pagi 2, Baru Mekar, dan Nek Balo ini kini disulap menjadi destinasi wisata terpadu bernama Saung Timur.

“Di antara hamparan sawah hijau, deretan saung berdiri sebagai tempat bersantai bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama alam sambil mencicipi hasil olahan lokal,” ujar Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat meresmikan wisata tersebut, Sabtu (8/11/2025).

Menurutnya, pengembangan Saung Timur merupakan langkah nyata dalam memanfaatkan potensi pertanian sebagai daya tarik wisata yang edukatif, produktif, dan berkelanjutan.

“Tempat ini bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar tentang pertanian dan kehidupan pedesaan bagi masyarakat, terutama anak-anak muda,” katanya.

Tjhai Chui Mie juga mendorong pengelola agar terus memperluas konsep pertanian terpadu, dengan mengembangkan sektor peternakan dan perikanan seperti itik, ikan air tawar, serta keong sawah yang bisa diolah menjadi kuliner khas daerah.

“Saluran airnya bisa dimanfaatkan untuk pelihara ikan dan keong sawah. Semua hasilnya bisa dijual langsung kepada pengunjung dalam kondisi segar,” tambahnya.

Selain wisata alam dan kuliner, Saung Timur juga disiapkan sebagai pusat edukasi pertanian modern. Pemkot Singkawang telah menyediakan berbagai peralatan pertanian yang dapat digunakan untuk praktik langsung di lapangan.

“Melalui Saung Timur, generasi muda bisa belajar cara menanam padi, mengelola lahan, dan memahami pentingnya ketahanan pangan daerah,” ujar Tjhai Chui Mie.

Lebih lanjut, ia berharap kawasan tersebut menjadi ruang interaktif yang mempertemukan langsung petani dengan wisatawan, misalnya melalui aktivitas petik sendiri hasil panen seperti tomat, terong, dan berbagai sayuran segar.

“Dengan begitu, ekonomi lokal akan bergerak, dan masyarakat semakin bangga terhadap produk pertanian daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkot Singkawang akan terus memperkuat dukungan terhadap sektor pangan dan ekonomi kreatif, agar wisata edukatif berbasis pertanian seperti Saung Timur dapat menjadi model pengembangan berkelanjutan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat pedesaan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan