Suaraindo.id – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi motor utama dalam mencetak lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia kerja. Ia menilai bahwa penguatan sekolah vokasi merupakan kunci meningkatkan daya saing daerah dan kualitas tenaga kerja Kalbar di masa mendatang.
“Ke depan kita perlu memperbanyak sekolah vokasi agar menghasilkan tenaga-tenaga siap pakai,” tegasnya saat meninjau SMK Negeri 1 Ketapang, Senin (17/11/2025).
Dalam kunjungannya, Gubernur ingin memastikan bahwa sekolah-sekolah vokasi di Kalbar mampu menyiapkan siswa dengan keterampilan terukur dan sertifikasi kompetensi, sehingga mereka tidak hanya bekerja sebagai tenaga kasar, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Ia juga menyoroti tantangan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar, termasuk masih tingginya jumlah warga yang belum menamatkan pendidikan SMA, yakni sekitar 25 persen. Karena itu, ia mengapresiasi inisiatif SMKN 1 Ketapang yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan melalui Program Paket A, B, dan C untuk memperluas akses pendidikan.
Peningkatan IPM Kalbar dari 71,19 menjadi 72,09 dinilai sebagai bukti bahwa investasi di sektor pendidikan terus menunjukkan hasil. Sekolah vokasi seperti SMKN 1 Ketapang diharapkan menjadi salah satu lokomotif kemajuan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ria Norsan juga memberikan apresiasi terhadap tiga jurusan unggulan yang terbukti memiliki tingkat penyerapan tinggi di dunia industri, yaitu Farmasi, Kuliner dan Tata Boga, serta Perhotelan. Ketiga jurusan ini disebut sebagai contoh konkret bagaimana pendidikan vokasi mampu melahirkan lulusan yang cepat diterima di sektor kesehatan dan perhotelan.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS














