Pontianak Catat IPM Tertinggi di Kalbar, Wali Kota Edi Kamtono: Bukti Pembangunan Manusia Terus Meningkat

  • Bagikan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat di wawancarai wartawan, Kamis (06/11/2025).SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Kota Pontianak kembali mencatat prestasi membanggakan dalam bidang pembangunan manusia. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat tahun 2025, Pontianak menjadi satu-satunya daerah di Kalbar dengan status pembangunan manusia sangat tinggi, dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,80. Angka tersebut meningkat dari 82,22 pada tahun sebelumnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

“Peningkatan IPM ini menjadi bukti bahwa berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Pontianak di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Edi, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama pembangunan Kota Pontianak. Pemerintah terus berkomitmen memperluas akses pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita terus mendorong agar masyarakat mendapatkan kesempatan belajar yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, dan ekonomi yang tumbuh merata di seluruh wilayah kota,” tambahnya.

Meski mencatat hasil positif, Edi menegaskan bahwa pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah Kota Pontianak, kata dia, akan terus berinovasi untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

“Kita akan terus berbenah agar Pontianak tidak hanya unggul di Kalimantan Barat, tetapi juga menjadi kota dengan pembangunan manusia terbaik di tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, peningkatan IPM Pontianak tahun ini dipengaruhi oleh naiknya tiga komponen utama pembentuk IPM, yaitu Usia Harapan Hidup (UHH), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

Pada tahun 2025, Usia Harapan Hidup saat lahir warga Pontianak mencapai 75,96 tahun, naik dari 75,46 tahun pada 2024. “Kenaikan ini menggambarkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta layanan kesehatan yang semakin baik di Pontianak,” ujar Edi.

Dari sisi pendidikan, Harapan Lama Sekolah meningkat dari 15,06 tahun menjadi 15,07 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah naik dari 10,47 tahun menjadi 10,48 tahun.

“Meskipun kenaikannya relatif kecil, hal ini menunjukkan konsistensi pemerintah kota dalam memperluas akses dan kualitas pendidikan,” imbuhnya.

Menurut Edi, peningkatan ketiga indikator ini membuktikan bahwa arah kebijakan pembangunan manusia di Kota Pontianak sudah berada di jalur yang tepat. Pemerintah daerah terus memperkuat layanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Peningkatan usia harapan hidup dan lama sekolah menunjukkan bahwa upaya kita dalam membangun manusia seutuhnya sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai program penguatan pendidikan terus dilakukan, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sekolah, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga dorongan terhadap transformasi digital di dunia pendidikan.

Di sektor kesehatan, pemerintah kota juga berfokus pada pemerataan layanan serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat.

“Kita ingin masyarakat Pontianak bukan hanya panjang umur, tetapi juga hidup sehat dan cerdas. Semua ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan manusia yang berkelanjutan,” pungkas Edi.

Dengan capaian IPM 82,80, Pontianak tidak hanya mempertahankan status sebagai kota dengan indeks pendidikan tertinggi di Kalbar, tetapi juga menjadi salah satu kota dengan usia harapan hidup terbaik di provinsi tersebut. Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen menjaga tren positif ini agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan