APBD Sambas 2026 Disahkan Rp1,7 Triliun, Pendapatan Turun Rp400 Miliar Akibat Berkurangnya TKD

  • Bagikan
APBD 2026 disahkan Rp1,7 triliun prioritas tetap pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Pemerintah Kabupaten Sambas bersama DPRD resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 dengan nilai Rp1,7 triliun. Penetapan anggaran dilakukan pada rapat paripurna yang digelar Selasa (2/12/2025).

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sambas, Supni Alatas, menjelaskan bahwa total pendapatan daerah pada APBD 2026 diproyeksikan mencapai Rp1,7 triliun. Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp330 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp910 miliar, Dana Desa Rp159 miliar, serta pendapatan bagi hasil Rp13 miliar.

Supni menyebutkan bahwa angka ini turun sekitar Rp400 miliar dibandingkan APBD 2025 yang mencapai Rp2,2 triliun. Penurunan terutama disebabkan oleh berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

“Penurunan pendapatan ini jelas berdampak pada ruang gerak fiskal. Karena itu, perlu dilakukan penyesuaian bersama pemerintah daerah agar program-program prioritas tetap dapat direalisasikan,” ujar Supni.

Seiring turunnya pendapatan, struktur belanja juga mengalami penyesuaian. Total belanja daerah tahun 2026 ditetapkan sekitar Rp1,52 triliun, meliputi belanja operasional, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer.

Supni memastikan Banggar bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tetap mengedepankan sektor-sektor pelayanan dasar.

“Meski anggaran mengalami penurunan, sektor pelayanan dasar harus tetap berjalan dan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Untuk memperkuat kapasitas fiskal ke depan, Pemkab Sambas menyiapkan sejumlah langkah strategis. Mulai tahun 2026, sistem pemungutan pajak dan retribusi akan beralih sepenuhnya ke mekanisme digital guna memastikan transparansi dan menutup potensi kebocoran pendapatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperbarui basis data wajib pajak, meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan, serta memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang selama ini kurang produktif.

Dari sisi belanja, Supni menegaskan bahwa arah penggunaan anggaran harus selaras dengan kebutuhan masyarakat serta rencana pembangunan daerah. Kebijakan ini disusun sesuai visi–misi Bupati Sambas dan selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Prioritas kita tetap pada sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, penyediaan air bersih, hingga sanitasi. Dengan APBD 2026 ini, kita berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sambas,” tutup Supni.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan