suaraindo.id — Penimbunan lokasi banjir yang hancur di kawasan Tambak Kelurahan Pasar Batu Gerigis, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (31/12/2025), telah dilakukan pada hari ini dengan bantuan langsung dari Bakhtiar Sibarani. Penanganan ini dilakukan secara mandiri dan bukan merupakan bantuan dari pemerintah.
Banjir yang menerjang kawasan tambak tersebut sebelumnya menyebabkan kerusakan parah, termasuk menghancurkan sedikitnya 14 unit rumah warga. Hingga saat ini, para warga terdampak masih terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah sanak saudara, sebagian lainnya menempati rumah milik Bakhtiar Sibarani.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, penimbunan yang dilakukan hari ini telah membawa dampak signifikan. Ruas jalan yang sempat terputus akibat banjir kini sudah dapat dilalui kembali. Akses kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat kembali normal, sehingga memudahkan mobilitas warga.
Dan juga genangan air yang sudah seperti sungai, yang tadinya merupakan daratan, sampai saat ini terus dilakukan penimbunan di kawasan rumah yang hancur. Sebanyak 11 armada truk dikerahkan untuk membawa material.
Bakhtiar Sibarani, dalam keterangannya melalui telepon seluler, menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat Barus yang terdampak bencana banjir. Ia menyatakan akan tetap berupaya hadir dan memberikan dukungan nyata, khususnya bagi warga yang hingga kini masih kehilangan tempat tinggal.
Warga setempat menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Rahman (50), warga Pasar Batu Gerigis yang rumahnya hancur akibat banjir, mengatakan bantuan penimbunan sangat membantu kondisi mereka.
“Rumah kami sudah tidak bisa ditempati, sampai sekarang masih mengungsi. Dengan ditimbunnya tambak ini, jalan sudah bisa dilewati dan kami merasa ada harapan untuk bangkit,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Nurhayati (42), warga terdampak lainnya. “Ini murni bantuan pribadi, bukan dari pemerintah. Kami sangat berterima kasih karena perhatian ini benar-benar kami rasakan di saat sulit,” katanya.
Warga berharap upaya pemulihan dapat terus berlanjut, terutama untuk membantu pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur, agar mereka dapat segera kembali menjalani kehidupan secara normal.













