Suaraindo.id – Nasib tragis menimpa seorang balita berusia 1 tahun 7 bulan yang meninggal dunia setelah mengalami pendarahan di bagian kepala. Balita tersebut sebelumnya dititipkan oleh ibunya kepada sang pacar yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Peristiwa memilukan ini terjadi pada 27 November 2025, dan korban dinyatakan meninggal dunia pada 1 Desember 2025 setelah menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Pontianak.
Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pontianak, Ipda Haris Caesaria, menjelaskan bahwa balita malang itu mengalami luka serius akibat tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku berinisial MDH (23).
“Sempat dirawat namun akhirnya meninggal dunia pada 1 Desember lalu, dan pelaku sudah kita amankan,” kata Ipda Haris Caesaria, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, MDH merupakan pacar ibu korban, yang diketahui telah menjalin hubungan selama dua bulan. Selama itu pula, pelaku kerap ikut mengasuh anak tersebut.
“Pelaku sudah menjalin hubungan dengan ibu korban selama dua bulan, dan pelaku juga sudah kita amankan,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan, MDH mengakui bahwa ia tega melakukan kekerasan karena merasa kesal. Ia menuding ibu korban lebih fokus pada pekerjaan sehingga anaknya sering menangis.
“Saya kesal, anaknya sering menangis dan ibunya lebih memilih pekerjaan dan tidak merawat anaknya,” ungkap pelaku kepada polisi.
Lebih jauh, MDH juga mengaku pernah berulang kali menjewer dan mencubit korban ketika menangis.
“Sering saya jewer dan saya cubit kalau anaknya menangis,” katanya.
Yang lebih mengejutkan, pelaku menyebut bahwa dirinya merupakan teman dari ayah korban yang saat ini sedang menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan.
“Bapak korban masuk penjara, jadi saya pacaran sama bininya dan merawat anaknya juga. Kesal karena anaknya sering nangis jadi saya lempar ke lantai,” akunya.
Akibat perbuatannya, korban mengalami pendarahan parah di kepala hingga akhirnya meninggal dunia. Polisi kini terus mendalami kasus ini dan memastikan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan ekstra terhadap anak serta kewaspadaan dalam mempercayakan pengasuhan kepada pihak lain.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













