SUARAINDO.ID ——- Angin puting beliung melanda Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, minggu 11 Januari 2026.
Data sementara Pemerintah Desa Menceh mencatat, sebanyak 74 unit rumah terdampak akibat bencana tersebut.
Kepala Desa Menceh, Idrus, menjelaskan awalnya jumlah rumah terdampak tercatat 73 unit, namun setelah dilakukan pendataan lanjutan bertambah menjadi 74 unit.
Dari jumlah tersebut, 9 rumah mengalami rusak berat, 11 rumah rusak sedang, dan sekitar 54 rumah rusak ringan.
Saat ini Pemdes masih fokus pada pendataan awal, termasuk menghitung perkiraan kerugian yang dialami keluarga terdampak akibat angin kencang ini.
Setelah pendataan rampung, data akan di kirim ke dinas terkait, seperti Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) serta instansi lainnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, bantuan dari BPBD Provinsi NTB, Lombok Timur telah disalurkan pada Selasa malam berupa air bersih, terpal, mi instan, dan tenda.
Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang mengungsi ke tenda pengungsian.
“Kebetulan rumah warga masih bisa ditempati sementara dan sebagian mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga terdekat. Belum ada yang mengungsi ke tenda,” Papar Idrus, saat dikonfirmasi wartawan di lokasi kejadian, Senin 2 Januari 2026.
Pemerintah desa juga terus melakukan kontrol lapangan untuk memastikan kebutuhan mendesak warga terdampak.
“Dari pemerintah desa, kami masih melakukan pendataan dan pengecekan langsung ke rumah-rumah warga. Apa yang menjadi kebutuhan utama, itulah yang nanti akan kami bantu,” tambah Idrus.
Idrus mengungkapkan, secara meteorologis kejadian tersebut terbilang tidak biasa. Saat peristiwa terjadi, hujan hanya turun ringan, namun tiba-tiba angin kencang datang dari arah barat.
“Kemarin hujannya hanya gerimis, tidak terlalu besar. Tiba-tiba angin puting beliung datang. Kejadian seperti ini terbilang jarang terjadi di desa kami,” katanya.
Selain kerusakan rumah, bencana ini juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka, terdiri dari tiga anak-anak dan satu orang dewasa.
Seluruh korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Labuhan Haji.
“Korban luka ada empat orang. Tiga anak-anak berusia sekitar 11 tahun dan satu orang dewasa berusia sekitar 45 tahun. Satu anak mengalami retak tulang, sementara lainnya hanya mengalami bengkak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” jelas Idrus.
Korban luka diketahui tidak semuanya berada di dalam rumah saat kejadian.
Salah satu anak mengalami cedera akibat tertimpa material saat bermain di sekitar pantai.
Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai ratusan jiwa.
Pemerintah Desa Menceh berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk membantu pemulihan pascabencana, khususnya bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.













