Kecelakaan Lalu Lintas di Ketapang Turun 2,4 Persen Selama 2025, 33 Orang Meninggal Dunia

  • Bagikan
Ilustrasi TKP kecelakaan.SUARAINDO.ID/SK

Suaraindo.id – Polres Ketapang mencatat sebanyak 68 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 33 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka berat, dan 85 orang lainnya mengalami luka ringan.

Data tersebut disampaikan Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris saat konferensi pers akhir tahun yang digelar di Aula Mapolres Ketapang, Rabu (31/12/2025).

“Sepanjang tahun 2025 terdapat 68 kasus kecelakaan lalu lintas. Korban meninggal dunia sebanyak 33 jiwa,” ujar AKBP Muhammad Harris.

Ia menjelaskan, angka kecelakaan lalu lintas pada 2025 mengalami penurunan sekitar 2,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 70 kasus. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia, dari 38 orang pada 2024 menjadi 33 orang pada 2025.

Selain penanganan kecelakaan, Polres Ketapang melalui Satuan Lalu Lintas juga gencar melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Sepanjang 2025, sebanyak 674 kendaraan ditindak karena menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong, termasuk kendaraan yang terlibat aksi balap liar dan kebut-kebutan.

“Sebanyak 674 kendaraan berknalpot brong berhasil kami amankan. Penindakan ini dilakukan untuk memberikan efek jera dan menjaga ketertiban di jalan raya,” tegas Harris.

Ia menambahkan, patroli rutin dilaksanakan hampir setiap malam untuk menekan aksi balap liar serta mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolres juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas melalui hotline 110 atau polsek terdekat.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Ketapang AKP Yunita Puspita Sari menyampaikan bahwa knalpot brong hasil penindakan tidak hanya dimusnahkan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“Sebagian knalpot brong kami jadikan tugu atau patung, seperti pohon Natal dari knalpot brong yang dipajang di Pos Ale-Ale. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan dibuat tugu atau robot dari knalpot tersebut,” ungkap AKP Yunita.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan sebagai pengingat visual agar masyarakat tidak lagi menggunakan knalpot brong dan lebih patuh terhadap aturan lalu lintas demi keselamatan bersama

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

  • Bagikan