Suaraindo.id – Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Silvofishery di bawah naungan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Dabong, Desa Dabong, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sukses melaksanakan panen perdana udang vannamei. Pada panen awal ini, kelompok tersebut berhasil memanen sekitar 500 kilogram udang vannamei dengan ukuran (size) 30/45.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kubu Raya, Ya’ Suharnoto, mengatakan keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, pendamping perhutanan sosial, kelompok usaha masyarakat, serta mitra pembangunan.
“Budidaya udang vannamei ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan dan sangat cocok dikembangkan di kawasan Hutan Desa Dabong. Kesatuan lanskap mangrove yang masih terjaga dengan baik menjadi faktor penting, sehingga usaha ini dapat menjadi alternatif andalan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian desa,” ujar Ya’ Suharnoto, Sabtu (17/1/2026) siang.
Ia menjelaskan, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa program perhutanan sosial mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengesampingkan aspek kelestarian hutan. Menurutnya, ekosistem mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung keanekaragaman hayati, khususnya biota perairan.
“Udang vannamei merupakan salah satu varietas udang dengan cita rasa yang lezat. Selain menjadi sumber protein, udang ini juga kaya akan omega 3 dan omega 6 serta asam amino. Dengan hasil panen yang cukup banyak, komoditas ini berpotensi menjadi unggulan baru di Kabupaten Kubu Raya,” jelasnya.
Ke depan, Suharnoto berharap keberhasilan panen perdana KUPS Silvofishery LPHD Dabong dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kelompok perhutanan sosial lainnya. Pengelolaan potensi hutan desa secara lestari, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.













