Penumpang Pekanbaru Tujuan Jakarta–Medan Terlantar, Delay Massal Lion Group Tanpa Penjelasan, Duty Manager Pergi Tinggalkan Lokasi

  • Bagikan

suaraindo.id — Keterlambatan penerbangan super air jet secara massal terjadi pada rute Pekanbaru–Jakarta dan Pekanbaru–Medan, membuat penumpang terlantar berjam-jam tanpa kepastian. Hingga waktu keberangkatan terlewati, penumpang mengaku tidak menerima pemberitahuan maupun penjelasan resmi dari pihak maskapai.

Dalam insiden tersebut, pihak Lion Group menjadi sorotan tajam. Rizaldy Anggono K, selaku duty manager Lion Group di lokasi, disebut tidak memberikan keterangan apa pun kepada penumpang yang meminta kejelasan terkait keterlambatan penerbangan.

Bahkan, berdasarkan keterangan sejumlah penumpang, Rizaldy Anggono K justru meninggalkan lokasi saat situasi memanas akibat protes penumpang yang menuntut penjelasan.

“Tidak ada penjelasan sama sekali. Saat kami komplain, duty manager malah pergi meninggalkan tempat,” ujar salah satu penumpang dengan nada kesal.

Keterlambatan tidak hanya terjadi pada satu rute, melainkan pada penerbangan tujuan Jakarta dan Medan yang merupakan jalur padat. Penumpang juga menyebut terdapat sedikitnya tiga maskapai yang melayani rute tersebut, namun hingga berjam-jam menunggu, tidak ada informasi apakah penundaan disebabkan faktor teknis, operasional, atau manajemen jadwal.

Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka, pihak maskapai hanya memberikan kompensasi berupa makanan dan minuman. Penumpang menilai langkah tersebut tidak menyelesaikan persoalan utama, yakni ketidakpastian jadwal dan minimnya komunikasi resmi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lion Group belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab keterlambatan massal penerbangan Pekanbaru–Jakarta dan Pekanbaru–Medan, termasuk alasan duty manager meninggalkan lokasi saat penumpang meminta kejelasan.

  • Bagikan