Suaraindo.id— Penguasaan bahasa asing dinilai menjadi kunci strategis dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia di industri aluminium. Menyadari hal tersebut, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) meluncurkan program pelatihan bahasa Mandarin intensif bagi generasi muda Kalimantan Barat sebagai bagian dari investasi jangka panjang pengembangan SDM lokal.
“Penguasaan bahasa asing menjadi kompetensi penting dalam rantai nilai industri aluminium. Karena itu, kami tidak hanya merekrut tenaga kerja, tetapi juga berinvestasi dalam peningkatan kapasitas generasi muda Kalimantan Barat agar dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan,” ujar perwakilan manajemen KIPP.
Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan mengikuti pelatihan intensif di Pontianak dengan kurikulum bahasa Mandarin dasar hingga menengah, percakapan teknis dan bisnis, pengenalan budaya kerja, serta persiapan ujian berstandar internasional seperti Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì (HSK). Target kemampuan peserta disesuaikan dengan kebutuhan operasional, yakni setara HSK level 2 hingga dasar HSK level 3.
Proses pembelajaran didukung pengajar bersertifikat dari Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama (STBHB), Confucius Institute Universitas Tanjungpura, serta penutur asli dari Tiongkok, guna memastikan kualitas dan relevansi materi pelatihan.
Usai menyelesaikan pelatihan bahasa, peserta akan melanjutkan program ke Tiongkok untuk mendalami pengoperasian mesin smelter dan refinery, atau langsung ditempatkan di Kawasan Industri Pulau Penebang sebagai operator maupun engineer sesuai kebutuhan perusahaan. Peserta yang lolos seluruh tahapan akan menjalani masa kerja minimal 1,5 hingga 2 tahun guna memastikan terjadinya alih pengetahuan, kesinambungan kompetensi, serta dampak ekonomi nyata bagi daerah asal.
Program pelatihan bahasa Mandarin ini melengkapi rangkaian inisiatif KIPP dalam peningkatan kapasitas SDM di Kalimantan Barat. Sebelumnya, pada September 2025, PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola KIPP juga telah menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 15 mahasiswa asal Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh pimpinan PT DIB, Rasnius Pasaribu, dan disaksikan Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, di Pontianak.
“Kami hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. Pendidikan merupakan kunci penting dalam memajukan daerah,” tegas Rasnius.
Melalui program berkelanjutan ini, KIPP menegaskan komitmennya tidak hanya membangun industri, tetapi juga menyiapkan SDM lokal Kalimantan Barat agar mampu bersaing di tingkat global.













