Suaraindo.id – Kabupaten Kubu Raya yang dikelilingi jaringan sungai dan wilayah perairan hingga kini masih sangat bergantung pada transportasi air. Dermaga tradisional maupun dermaga penyeberangan menjadi tumpuan utama mobilitas masyarakat di sejumlah kecamatan, mulai dari Terentang, Kubu, Batu Ampar, Sungai Kakap, Teluk Pakedai, hingga Rasau Jaya dan Sungai Raya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Lalu Lintas dan Keselamatan Pelayaran, Suratno, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 56 titik dermaga yang tersebar di wilayah perairan Kabupaten Kubu Raya. Keberadaan dermaga tersebut memiliki peran strategis dalam menopang berbagai aktivitas masyarakat pesisir dan daerah aliran sungai.
“Dermaga-dermaga ini berperan vital sebagai sarana transportasi masyarakat, distribusi barang, hingga penunjang aktivitas ekonomi warga,” ujar Suratno, Rabu (14/01/2026) siang.
Ia menambahkan, masih masifnya penggunaan transportasi air membuat aspek keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, petugas secara rutin memberikan edukasi keselamatan kepada pengelola kapal dan penumpang, termasuk pentingnya penggunaan alat keselamatan seperti life jacket.
“Akses transportasi air masih menjadi pilihan masyarakat, sehingga edukasi keselamatan secara rutin terus kami lakukan. Selain itu, bantuan life jacket juga selalu kami berikan kepada pengelola kapal sebagai bentuk motivasi dalam meningkatkan keselamatan pelayaran,” tuturnya.
Selain peningkatan keselamatan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan sejumlah dermaga baru guna memudahkan akses transportasi masyarakat serta menekan angka kemacetan di titik-titik rawan. Salah satu lokasi yang direncanakan adalah kawasan lintasan Sukulanting–Teluk Empening di Kecamatan Terentang.
Dengan pengembangan infrastruktur dermaga tersebut, diharapkan mobilitas masyarakat Kubu Raya semakin lancar, aman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang bergantung pada jalur transportasi air.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS













